BOJONEGORORAYA – Program Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri) telah bergulir sekitar empat bulan. Diterima 400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di sepuluh desa di lima kecamatan di Bojonegoro.
Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro Elfia Nuraini menyampaikan, 70–90% ayam dalam program itu sudah mulai memproduksi telur. Tingkat kematian ayam sekitar 2%.
Perihal pengaruh ekonomi bagi KPM, Elfia mengatakan, pihaknya telah melangsungkan survei belakangan ini. Ambil sampel KPM di Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo dan Desa Klino, Kecamatan Sekar.
Hasil survei menunjukkan, rata-rata keuntungan hariannya Rp 22.500. Asumsinya, peternak sudah membeli pakan mandiri seharga Rp 7.500 per kg. Produksi telur harian 2,7—2,8 kg dengan harga jual Rp 24.000—25.000 per kg.
‘’Secara umum, analisis hasil usaha dalam kajian teknis menunjukkan keuntungan sekitar setengah juta per bulan. Antara Rp 514.200—739.200,’’ jelasnya, Senin (6/10/2025).
Keuntungan tersebut, kata Elfia, diharapkan bisa menambah pendapatan KPM secara cukup signifikan. Sehingga, KPM yang rerata prasejahtera bisa keluar dari papan kemiskinan.
Kendati demikian, lanjut dia, tetap ada kendala dalam realisasi Program Gayatri ini. Dari hasil evaluasi dan monitoring di seluruh lokasi, terdapat penurunan produksi telur di beberapa KPM.
Setelah diselidiki, penurunan produksi itu terjadi karena banyak KPM mencampur pakan yang dibelinya sendiri dengan jagung. Takarannya tidak tepat. Sehingga kualitas pakan tidak maksimal.
“Oleh karena itu, ke depan pendampingan intensif oleh petugas di lapangan akan dimaksimalkan. Harus memastikan pakan berkualitas dan hasil produksi tetap optimal,” imbuhnya.
Di sisi pemasaran telur hasil Program Gayatri, lanjut Elfia, sejauh ini tidak ada kendala. Berbagai entitas usaha enjoy menyerap telur hasil program strategis Pemkab Bojonegoro tersebut.
‘’ASN Pemkab Bojonegoro juga aktif membeli telur hasil Program Gayatri. Jargonnya ‘Bangga Beli Telur Gayatri, Mergo Telur Kabeh Dadi Dulur’,’’ ungkap Elfia.
Dia menyebut, keaktifan ASN Pemkab Bojonegoro dalam membeli telur hasil Program Gayatri dilandasi kesadaran bersama. Meskipun, Pemkab Bojonegoro juga mengeluarkan surat edaran untuk itu.
Udin Sumarso, KPM Program Gayatri asal Desa Alasgung, Kecamatan Sugihwaras, Bojonegoro mengatakan, setiap hari dia memanen sekitar 50 butir telur. Jika ditimbang, beratnya sekitar 2,5 kg.
Udin meneruskan, selama ini dia bisa mengatur hasil panen telur tersebut. 20 hari hasil panen telur digunakan untuk membeli pakan ayam. Sementara 10 hari sisanya merupakan keuntungan bersih yang dikantongi.
“Per bulan, saya memperoleh sekitar Rp 600–700 ribu dari penjualan telur Program Gayatri. Tergantung harga telur di pasaran. Kisarannya Rp 24.000—26.000 per kg,” terangnya. (sab/kza)


