Ratusan Anak TK Karnaval Payung Hias Nusantara, Beri Pesan Hijau Bojonegoro

KARNAVAL: Anak-anak TK Bojonegoro berjalan sambil membawa payung hias. Beri pesan hijau Bojonegoro. (Foto: Wahyu Rizkiawan/ Bojonegoro Raya).

BOJONEGORORAYA – Payung hias, warna-warni, budaya, dan pesan lingkungan. Melebur dalam keceriaan ratusan anak-anak menyemarakkan karnaval Payung Cilik Nusantara.

Parade payung berlangsung di Alun-Alun Bojonegoro, Sabtu (24/10/2026) pagi memberi pesan hijau Bojonegoro. Menjaga lingkungan dan merawatnya.

Ratusan anak taman kanak-kanak (TK) se-Kecamatan Bojonegoro Kota tumplek-blek parade payung hias. Berjalan kaki sambil membawa payung hias beraneka warna dan bentuk.

Payung-payung hias itu mengembang di atas kepala anak-anak. Bergerak. Langkah-langkah kecil menyusuri jalanan perkotaan. Menjadi ruang bermain sekaligus panggung ekspresi anak-anak.

Namun, di balik kemeriahan itu, payung memiliki makna yang melampaui fungsinya sebagai pelindung dari hujan maupun terik matahari.

‘’Di balik kelucuan anak-anak, ada pesan penting menjaga lingkungan dan menumbuhkan kepedulian terhadap masa depan,” tutur Mukaromah, salah satu penonton.

Kemarau panjang melanda, payung-payung hias seolah mengingatkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar terpisah dari alam.

Ketika matahari terasa semakin menyengat dan hujan kian dinantikan, benda sederhana itu membawa pesan tentang perlindungan, kesejukan, dan harapan akan datangnya air dari langit.

Payung Beri Pesan Pentingnya Merawat Lingkungan

Mukaromah mengatakan, para peserta karnaval tampak lucu dan menghibur. Tingkah polah anak-anak dengan payung hiasnya menghadirkan suasana riang bagi warga menyaksikan.

Namun, menurutnya, kegiatan tersebut juga membawa pengingat bagi orang dewasa untuk kembali melihat dunia dengan cara yang lebih sederhana. Beri pesan hijau Bojonegoro.

Anak-anak mungkin belum sepenuhnya memahami makna tersebut. Bagi mereka, payung adalah benda menyenangkan. Tetapi, justru melalui kesederhanaan itulah pesan tentang mengenalkan lingkungan sejak dini: bahwa alam perlu dirawat dan kehidupan membutuhkan keseimbangan.

Karnaval Payung Cilik Nusantara ini mempertemukan pendidikan, kebudayaan, dan ruang publik dalam satu peristiwa masyarakat.

Baca Juga :  Guru PAUD Kepohbaru Antusias Sambut G7KAIH dan Sarapan Gizi Telur Gayatri
KREASI: KARNAVAL: Anak-anak TK Bojonegoro bersemangat membawa payung hias. (Foto: Wahyu Rizkiawan/ Bojonegoro Raya).

Payung Hias Edukasi sejak Dini

Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Dinas Pendidikan Bojonegoro Rasmadi mengapresiasi tinggi terhadap Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Bojonegoro.

Karnaval Payung Cilik Nusantara penuh warna. Pesan edukasi, menghibur, budaya, dan lingkungan.

Payung hias kreasi anak-anak ini selaras dengan tema Payung Cilik Nusantara: Merajut Budaya Sejak Dini dan Berdaya Saing, Bertransformasi Menuju Bojonegoro Adil dan Makmur.

‘’Payung bukan sekadar pelindung dari terik matahari atau hujan, melainkan lambang pengayoman, keindahan, dan kreativitas,’’ tutur Rasmadi.

Rasmadi mengatakan, karnaval payung ini menanamkan benih-benih kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini. Dari sinilah anak-anak belajar tentang kebhinekaan, keindahan, dan rasa bangga menjadi anak Indonesia, khususnya anak-anak Bojonegoro tangguh dan kreatif.

‘’Semoga kreativitas tidak berhenti untuk terus menanam benih kecintaan budaya bangsa, khususnya budaya Bojonegoro,” tutur pejabat pernah menjadi kepala SMPN 1 Padangan tersebut. (wr/kza)