BOJONEGORORAYA — Baru-baru ini, sebagian masyarakat Bojonegoro menelan informasi adanya rekrutmen tenaga kerja di RSUD Temayang.
Informasi tersebut tersebar di media sosial (medsos) masyarakat Bojonegoro. Mulai grup WhatsApp (WA) hingga grup Facebook.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Ninik Susmiati memastikan, informasi rekrutmen tenaga kerja di RSUD Temayang itu tidak benar. Palsu.
‘’Tidak ada rekrutmen tenaga kerja di RSUD Temayang,’’ tegasnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Kamis (8/1/2026) sore.
Kebutuhan tenaga kerja untuk RSUD Temayang, lanjut dia, sudah terpenuhi. Khususnya tenaga kesehatan (nakes) dan tenaga teknis lainnya.
‘’Para nakes dan tenaga teknis lainnya itu ASN Pemkab Bojonegoro. Diambil dari puskesmas dan RSUD,’’ jelasnya.
Lagi pula, lanjut pejabat akrab disapa Ninik tersebut, nakes dan tenaga teknis lain untuk RSUD Temayang wajib berstatus ASN. Tidak boleh tidak.
Maka, kalau ada rekrutmen tenaga kerja, sifatnya pasti resmi. Birokratif. Melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro.
Kendati demikian, lanjut Ninik, ada sebagian kecil tenaga kerja non-ASN di RSUD Temayang. Mereka tenaga keamanan dan kebersihan.
‘’Tapi kami juga tidak membuka rekrutmen. Kami sudah menggandeng pihak ketiga untuk itu,’’ jelasnya.
Lebih lanjut, mantan Direktur RSUD Padangan ini menuturkan, pihaknya sangat menyayangkan kepalsuan informasi soal RSUD Temayang.
‘’Siapa pelakunya (pemalsu informasi, red) laporkan ke kami. Akan kami tindaklanjuti,’’ pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, RSUD Temayang merupakan RSUD anyar. Berlokasi di tepi Jalan Raya Bojonegoro—Nganjuk, Desa/Kecamatan Temayang, Bojonegoro.
RSUD tipe C berlantai tiga tersebut mulai beroperasi akhir 2025 kemarin. Namun, belum secara penuh. Baru trial atau tahap awal. (sab/kza)

