BOJONEGORORAYA – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan jajarannya turun ke bawah. Berkunjung ke Desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Selasa (22/4/2025) sore.
Kunjungan di Balai Desa Mojorejo tersebut bertajuk Bupati Medhayoh: Tilik Dulur, Nyambung Roso, Monggo Nandur. Satu program baru Pemkab Bojonegoro. Perdana dilangsungkan.
Dalam agenda itu, Wahono di-rubung ratusan warga desa setempat dan sekitarnya. Para warga juga diberi kesempatan bicara. Menyampaikan usulan, tanggapan, dan keluh kesah.
Keluh kesah salah satunya diutarakan oleh Kiswadi. Dia merupakan warga Dusun Karangnongko, Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro. Tetangga Desa Mojorejo.
Kiswadi mengeluhkan, selama ini Dusun Karangnongko terisolir. Butuh jembatan agar masyarakat Dusun Karangnongko lebih lancar dalam mengakses ibu kota Kecamatan Ngraho.
Atas keluh kesah Kiswadi itu, Wahono langsung meminta Camat Ngraho Yudhistira Ardhi Nugraha untuk menindaklanjutinya dengan dinas terkait. Tidak boleh lama-lama.
“Buat proposalnya. Kawal di dinas, sampai jembatan itu terealisasi,” tutur Wahono kepada Yudhistira Ardhi Nugraha di depan ratusan warga Kecamatan Ngraho.
Beberapa hal lain juga dibicarakan dalam medhayoh Wahono tersebut. Di antaranya optimalisasi ketersedian air di Kecamatan Ngraho dan proyeksi adanya kota baru di Kecamatan Ngraho.
Perihal optimalisasi ketersediaan air, Wahono mengatakan, akan ada beberapa embung baru di Kecamatan Ngraho. Dia juga akan meminta proyek Bendungan Karangnongko dipercepat.
Terkait kota baru di Kecamatan Ngraho, Wahono optimistis itu bisa dibentuk. Kecamatan Ngraho cukup strategis. Punya jalur provinsi. Bersinggungan dengan Blora dan Ngawi. (sab/kza)


