BOJONEGORORAYA – Validasi ulang atau revalidasi terhadap Geopark Bojonegoro pekan ini, betul-betul disambut baik oleh Pemkab Bojonegoro.
Salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro yang terlibat yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro.
OPD dikepalai Welly Fitrama itu punya peran menyiapkan seluruh lokasi Geopark Bojonegoro yang bakal dikunjungi tim validator.
Terutama, lokasi-lokasi Geopark Bojonegoro yang beririsan dengan pariwisata serta budaya. Atau, mengandung nilai pariwisata dan budaya.
Hal itu diutarakan Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Amin Asrofin. Terkini, lokasi-lokasi Geopark Bojonegoro yang dipilih, sudah siap dikunjungi.
‘’Sudah kami siapkan pula koleksi, papan informasi, pamflet, hingga pemandu di lokasi-lokasi,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (9/6/2025) malam.
Selain menyiapkan keidealan seluruh lokasi Geopark Bojonegoro yang akan dikunjungi, ada beberapa peran lain yang juga sudah klir.
Di antaranya, menyiapkan ketersediaan konsumsi untuk tim validator dan para pihak bersangkutan—selama kunjungan di sejumlah lokasi.
‘’Serta, menyiapkan kegiatan Jeep Adventure di Teksas Wonocolo,’’ imbuhnya.
Lain itu, pihaknya juga menyediakan piagam kerja sama Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro dengan UMKM dan pengelola lokasi Geopark Bojonegoro.
‘’Kami berharap, revalidasi Geopark Bojonegoro pekan ini hasilnya melegakan. Geopark Bojonegoro bisa mendapat pengakuan dari UNESCO,’’ tuturnya.
Dengan mendapat pengakuan dari UNESCO, kata Amin, Geopark Bojonegoro berarti meraih pengakuan dari dunia internasional.
‘’Pengakuan internasional itu akan meningkatkan reputasi dan daya tarik pariwisata Bojonegoro,’’ jelasnya.
Dampak dari tersebut, kata pejabat pernah berdinas di Bakesbangpol Bojonegoro itu, pariwisata Bojonegoro akan lebih bermanfaat untuk masyarakat.
‘’Khususnya untuk masyarakat sekitar lokasi Geopark Bojonegoro,’’ imbuhnya.
Lebih lanjut, Amin menegaskan, pihaknya akan terus melakukan aneka upaya untuk memajukan pariwisata Bojonegoro.
Objek wisata termasuk Geopark Bojonegoro, akan digarap sesuai Rencana Induk Geopark. Sehingga, pengelolaannya lebih terstruktur dan lebih baik.
‘’Objek wisata nongeopark, akan dimajukan melalui penataan, peragaman, dan pengembangan berbasis lingkungan. Termasuk UMKM-nya,’’ terangnya.
Diberitakan sebelumnya, proses agar Geopark Bojonegoro mendapat pengakuan dari dunia internasional atau UNESCO, memasuki tahap krusial pekan ini.
Suatu tim akan datang. Menilik sejumlah titik Geopark Bojonegoro. Melakukan validasi ulang atau revalidasi atas Geopark Bojonegoro.
Hasil revalidasi itu menentukan apakah Geopark Bojonegoro layak tetap berstatus nasional lalu naik internasional–berlabel UNSECO Global Geopark (UGGp).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengatakan, revalidasi itu berlangsung 10—14 Juni 2025.
Tim validator yang akan merevalidasi Geopark Bojonegoro tersebut, kata Gunawan, terdiri dari beberapa pihak.
Mulai dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Bappeda Jawa Timur (Jatim).
Alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu juga mengungkap, ada empat geosite, tiga biosite, dan dua cultursite yang direvalidasi.
‘’Selain itu, ada tiga sentra UMKM dan dua literasi Geopark Bojonegoro juga,’’ ujar Gunawan. (sab/kza)


