Sejarah Adalah Identitas, Buku Historiografi Ki Andong Sari Menjadi Penegas

16/07/2026

Oleh: Elzadeba Agustina*
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro

——————

SEJARAH bukan sekadar catatan masa lalu. Namun, sejarah adalah identitas. Sumber pembelajaran. Sekaligus pijakan dalam menata masa depan.

Melalui penulisan historiografi tokoh-tojoh lokal, menjadi upaya menyelamatkan memori kolektif masyarakat. Ingatan sejarah agar tidak hilang tertelan zaman.

Ki Andong Sari merupakan salah satu tokoh yang hidup dalam ingatan masyarakat Bojonegoro, terutama warga Kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan.

Kehadirannya (keteladanan tokoh) dalam narasi sejarah lokal menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Bojonegoro. Khazanah budaya.

Tentu, penerbitan buku Historiografi Ki Andong Sari ini patut mendapat apresiasi. Menjadi ikhtiar untuk mendokumentasikan, mengkaji, sekaligus mengenalkan nilai-nilai sejarah kepada generasi muda.

Terlebih, penerbitan buku ini terdapat menu bedah buku. Sarasehan dan bedah buku seperti ini juga menjadi ruang dialog sangat penting. Di sinilah berbagai perspektif dapat bertemu.

Sehingga, sejarah tidak hanya sekadar sebagai cerita. Tetapi, juga sebagai hasil kajian terus mendapat penyempurnaan melalui diskusi hingga penelitian. Termasuk pelestarian sumber-sumber sejarah.

KARYA BUKU: Lurah Ledok Kulon Anton Simbolon menyerahkan buku Historiografi Ki Andong Sari kepada Wabup Nurul Azizah, serta dua anggota DPRD, yakni Lasuri dan Sigit Kushariyanto. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/ Bojonegoro Raya)

Pemkab Bojonegoro melalui dinas kebudayaan dan pariwisata berkomitmen terus mendorong pelestarian budaya. Baik budaya bersifat benda maupun tak benda. Termasuk penguatan literasi sejarah lokal.

Kami percaya bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan infrastuktur. Tetapi, juga pada penguatan karakter masyarakat melalui pelestarian nilai-nilai budaya dan sejarah.

Buku Historiografi Ki Andong Sari ini menjadi referensi bermanfaat. Membuka ruang penelitian lanjutan. Serta menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kekayaan sejarah Bojonegoro.

Semoga kegiatan ini mampu menginspirasi lahirnya karya-karya historiografi lainnya. Historiografi yang mengangkat tokoh-tokoh lokal sebagai bagian dari khazanah budaya Bojonegoro. Membudaya. (*)

*Persepsi ini sebagai sambutan saat Sarasehan Budaya dan Bedah Buku Historiografi Ki Andong Sari, di Kelurahan Ledok Kulon, Bojonegoro.

Baca Juga :  Momen Libur Lebaran, Terobosan Disbudpar Bojonegoro Gelar Atraksi Wisata di Enam Lokasi
error: Content is protected !!