BOJONEGORORAYA — Kompleks Wisata Kayangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro bergempita, Jumat (13/6/2025) malam.
Klening gamelan dan nyanyian tembang Jawa meramaikan wisata alam di tengah hutan jati. Jadi melodi pengiring lidah api di altar Kayangan Api.
Hanang Samodra, Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo, menyatu dalam semarak seni di geosite Geopark Bojonegoro tersebut.

Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro itu duduk di Pendapa Kayangan Api. Mengakhiri tiga hari kunjungan revalidasi, sejak Rabu (10/6/2025) sebelumnya.
Di Pendapa Kayangan Api, tim revalidasi didampingi sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro yang dipimpin Pj Sekda Bojonegoro Andik Sudjarwo.
Dalam momen itu, tim revalidasi beramah tamah dengan para birokrat setempat yang ada. Juga makan dan guyon bersama. Guyub. Gayeng.
Pada satu sesi, lima waranggono yang jadi ‘kembang panggung’ dalam pertunjukan karawitan di pendapa mengajak tim revalidasi dan para pejabat untuk menari.
Setelah sedikit malu-malu atas ajakan itu, tim revalidasi dan para pejabat pun berkenan. Mereka udar dari duduknya. Berdiri. Menari bersama. Mbekso bareng.




Mirawati Sudjono mengatakan, status Kayangan Api sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro, tidak disangsikan lagi. Sudah sangat layak menjadi geosite.
Lebih dari itu, Mirawati Sudjono melanjutkan, pihaknya berterima kasih kepada Pemkab Bojonegoro atas rupa-rupa sambutan selama tiga hari revalidasi.
“Sambutan untuk kami luar biasa sekali. Anak-anak sekolah dan mahasiswa sampai menyambut kami di setiap lokasi. Terima kasih banyak,” ujarnya.
Dia juga mengungkapkan, secara umum geosite, biosite, dan culturalsite di Geopark Bojonegoro sudah bagus. Pihaknya dibuat berdecak kagum.
Berikutnya, lanjut Mirawati Sudjono, pihaknya akan membuat laporan dari hasil revalidasi. Menentukan langkah selanjutnya atas Geopark Bojonegoro.
“Harapan kami, tentu Geopark Bojonegoro bisa diakui UNESCO. Jadi UNESCO Global Geopark tahun ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Pj Sekda Bojonegoro Andik Sudjarwo mengatakan, pihaknya juga berterima kasih atas kunjungan revalidasi selama tiga hari ini.
Andik pun berharap, cita dan upaya agar Geopark Bojonegoro diakui UNESCO, dapat menjadi nyata tahun ini. Bermanfaat bagi Bojonegoro di berbagai sisi.
“Jadi stimulan untuk Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya. (sab/kza)


