Pemkab Bojonegoro resmi meluncurkan Kedewan Geopark Trip (KaGeT). Perjalanan wisata yang tidak saja mengandalkan indah panorama.
BOJONEGORORAYA – Amin duduk terguncang-guncang di atas mobil offroad. Kendaraan itu membawanya naik turun bukit cukup curam dan terjal, keluar masuk hutan di Kecamatan Kedewan. Dia melihat indah panorama hutan dan perbukitan, bersapa masyarakat, menyaksikan tambang minyak bumi dari dekat sekali.
Warga Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander itu juga mendapat banyak pengetahuan tentang sejarah tambang minyak bumi di Kecamatan Kedewan yang digarap secara tradisional hingga kini. Itu didapatnya ketika mampir di Rumah Singgah Wonocolo, mengamati sejarah yang divisualkan hingga diminiaturkan.
Selain itu, lidah Amin juga menikmati berbagai hasil alam dan kulineran di Kecamatan Kedewan. Mulai buah dan jus Alpukat Degan Poro Juragan (Alpugan) di Kampung Tumo, Desa Hargomulyo, hingga sego gulung dan lodeh kare khas Desa Wonocolo. Benar-benar. Amin senang hatinya.
‘’Ini bukan sekadar perjalanan wisata. Luar biasa,’’ tuturnya kepada Bojonegoro Raya di agroforestri turut Dusun Dangilo, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Sabtu (30/5/2026) petang, serampung perjalanan wisatanya.
Amin tidak sendirian dalam perjalanan itu. Dia salah satu peserta Kedewan Geopark Trip (KaGeT) yang diluncurkan perdana oleh Pemkab Bojonegoro, Sabtu (30/5/2026) tersebut. Dalam KaGeT, ada puluhan pejabat, korporat, anggota komunitas, civitas akademika, dan lainnya. Semua naik mobil offroad. Puluhan.
Masyarakat Kecamatan Kedewan tampak terkesan dengan puluhan mobil ekstrim yang ditumpangi rombongan KaGeT itu. Mobil-mobil 4×4 dan 2×4 tersebut mengular dan menderu-deru di jalan hingga hutan Kecamatan Kedewan, sesekali melintas di permukiman. Pemandangan tidak biasa bagi masyarakat Kecamatan Kedewan.

Adapun, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro merupakan instansi yang menjadi leading sector KaGeT. Dinas ini bekerja sama dengan organsasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Termasuk, Pemerintah Kecamatan Kedewan serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kecamatan Kedewan.
Kepala Disbudpar Bojonegoro Elzadeba Agustina menuturkan, KaGeT merupakan paket perjalanan wisata yang telah dikonsep dan dikaji. Proses mengonsep dan mengkaji tersebut, kata dia, tentu saja melibatkan berbagai pihak. Mulai akademisi, Pemerintah Kecamatan Kedewan, dan Pokdarwis Kecamatan Kedewan.
‘’Potensi wisata di Kecamaatan Kedewan sudah ada sejak lama. Beberapa waktu lalu, potensi-potensi itu dikumpulkan dan dikembangkan, diwujudkan dalam paket perjalanan wisata,’’ ujarnya, saat sambutan peluncuran KaGeT, Sabtu (30/5/2026) sore.

Elzadeba optimistis, potensi wisata di Kecamatan Kedewan dapat dikenal lebih luas melalui KaGeT. Terutama, potensi wisata yang beririsan dengan Geopark Bojonegoro. Sehingga, KaGeT akan menjadi pendukung agenda menaikkelaskan Geopark Bojonegoro menuju UNESCO Global Geopark (UGGp).
‘’Insyaallah, paket perjalanan wisata geopark di Kecamatan Kedewan atau KaGeT ini tidak hanya dikenal di kabupaten kita. Tapi juga akan dikenal hingga tingkat nasional dan internasional,” imbuh perempuan yang piawai menyanyi ini.
Sementara itu, Sekda Bojonegoro Edi Susanto yang hadir dalam agenda itu menyampaikan apresiasinya kepada Disbudpar Bojonegoro. Dia berpesan, KageT harus turut membangun ekosistem ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di Kecamatan Kedewan.
“Sebagaimana arahan pak bupati (Setyo Wahono, red), pariwisata seyogyanya tidak hanya mendatangkan wisatawan. Tapi membangun ekosistem. Dengan begitu, masyarakat merasakan manfaatnya,” tutur Edi Susanto.
Mantan Sekretaris DPRD Bojonegoro itu berharap, Disbudpar Bojonegoro tidak lelah dalam berinovasi memajukan dan mengembangkan potensi-potensi wisata di Bojonegoro. Terutama, potensi yang bersinggungan dengan Geopark Bojonegoro. Salah satunya dia berharap, promosi wisata lebih digencarkan.
‘’Lakukan promosi digital. Sehingga ada narasi kuat di seluruh platform (media, red). Progam seperti (KaGeT, red) ini jangan hanya ramai saat launching, tapi harus keberlanjutan,” tegas pejabat menyandang pangkat militer letnan dua itu.
Wabil khusus untuk pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pelaku wisata di Kecamatan Kedewan, Edi Susanto berharap semua unsur tersebut menjadi garda terdepan dalam menjaga kenyamanan, kebersihan, dan ketertiban destinasi wisata di Kecamatan Kedewan.
“Harapan kita bersama, mudah-mudahan kegiatan (KaGeT, red) hari ini menjadi awal dari kegiatan-kegiatan yang baik dan berkelanjutan di Kecamatan Kedewan,” imbuh Sekda Bojonegoro belum genap setahun itu.
Untuk diketahui, start dan finsih KaGeT pada Sabtu (30/5/2026) itu berada di agroforestri turut Dusun Dangilo. Di titik ini, Disbudpar Bojonegoro juga menyuguhkan hiburan penampilan musik. Melahap kulineran khas Kecamatan Kedewan, juga di titik ini. Ada banyak stand UMKM. (sab/kza)

