Peserta Vespapora Dirikan Tenda, Menginap, dan Kulineran Khas Jonegaran

07/06/2026
CAMPING: Tenda-tenda banyak berdiri saat acara Vespapora. Para scooter luar kota memilih menginap di tenda di sekitar Gor Dabonsia, Bojonegoro. (Foto: Lukman Hakim/ Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Vespapora seakan menjadi riyoyo-nya para komunitas motor Vespa. Bereuni, bersenang-senang. Hingga, bernyanyi bersama. Serta, menikmati ragam kulineran Jonegaran, sebutan Bojonegoro.

Pengunjung tampak penuh memadati halaman Gor Dabonsia Bojonegoro, Sabtu (6/6/2026). Scooter dari berbagai kota atau kabupaten juga berdatangan. Melebur dalam keseruan Vespapora.

Irama musik reggae mengguncang panggung Vespapora. Momonon, grup musik itu menghibur. Hingga akhirnya lantunan musik lamat-lamat sirna. Berakhir. Sebagian besar para scooter kembali tunggangi vespa. Padat merayap, lalu lintas sempat tersendat.

Namun, terdapat pemandangan yang berbeda saat ratusan pengemudi Vespa antre pulang. Banyak juga komunitas Vespa dari berbagai kota/ kabupaten sengaja menginap. Mendirikan tenda di pelataran Gor Dabonsia.

Ali Syafi, scooter asal Kabupaten Malang itu memilih mendirikan tenda di lokasi acara. Memilih pulang Minggu (7/6/2026) siang. Lebih suka tidur di tenda bareng sesama komunitas Vespa. Tidak menginap di hotel.

‘’Tidur di sini (Gor Dabonsia), rencananya kami pulang besok (Minggu) siang,” ujarnya saat ditanya usai gelaran konser Vespapora, Sabtu (6/7/2026) malam.

Touring ke Bojonegoro, Menikmati Perjalanan

Syafii bersama dua kawannya touring dari Malang selatan ke Bojonegoro sambil menikmati perjalanan. Ngevespa tidak terburu-buru. Waktu tempuh delapan jam. “Berangkat jam 12 siang, sampai di sini (Bojonegoro) 10 malam,” ujarnya kepada Bojonegoro Raya.

Menurut Syafii, sesampai tiba di Bojonegoro, belum sempat mencicipi kuliner yang ada di Kota Ledre. Sebaliknya, akan meramaikan tenda-tenda UMKM minggu pagi untuk mencari sarapan. Kulineran.

Selain touring, menurut Syafii, menyusuri jalanan kota, kulineran juga termasuk aktivitas yang dilakukan saat mengunjungi event-event vespa di kota lainnya.

Hajatan Vespapora ini juga banyak tenda-tenda UMKM yang hadir. Beragam kudapan dan kuliner. Tentu, makanan dan minuman yang khas Bojonegoro.

Baca Juga :  Vespapora yang Bermakna, Merajut Saudara, Potensi Ungkit Wisata

Gozil Azizi Resna, vokalis Momonon Band, juga merasakan atmosfer Vespapora. Terlebih sebelum naik panggung, juga senang bisa jalan-jalan dan kulineran di Bojonegoro.

“Sampai di Bojonegoro saya sudah diajak keliling mencicipi pecel. Juga wedang rempah,” ungkapnya sesaat sebelum menyanyikan lagu di atas panggung Vespapora.

Sontak, para pengunjung Vespapora bergemuruh. Bertepuk tangan penanda menyukai atas ungkapan vokalis grup musik asal Rangkasbitung itu. Hentakan music santai yang ikonik dari musik reggae membuat suasana konser jadi semakin meriah.

Para scooter tumpah ruah di pelataran Gor Dabonsia. Mendengar silih berganti lagu-lagu reggae. Pengunjung semakin berdenyut saat mendendangkan lagu Kopi Hitam Kupu-Kupu. Bergoyang dan bernyanyi bersama.

Vespapora berlangsung dua hari. Minggu (7/6/2026) pagi sampai siang menjadi hiburan kedua. Para scooter bersama bermain game. Ada juga ngelinting bareng dan pengundian hadiah satu motor Vespa. (man/kza)

error: Content is protected !!