Wajib Wisata ASN, Gagasan Urip-Urip Pariwisata Bojonegoro

23/04/2025

Oleh: Agus Prasetyo
Manajer Bisnis Bojonegoro Raya

——————–

WAJIB Wisata ASN (aparatur sipil negara) mungkin terobosan yang sulit direalisasikan. Namun, Wajib Wisata ASN bisa menjadi mukadimah untuk sesarengan atau kolaborasi dalam urip-urip atau menghidupkan ragam wisata di Bojonegoro.

Bermula dari kesuksesan dan sambutan positif masyarakat terhadap Buku Saku Mudik Lebaran di Bojonegoro Membanggakan, kita menjadi tahu dan bangga akan kekayaan wisata dan kuliner Bojonegoro.

Saat libur Lebaran lalu, tempat-tempat wisata ramai dikunjungi. Hidup. Kini, kita harus menjaga urip-urip tersebut. Keberlanjutan okupansi wisata harus diorkestrasi bersama. Gagasan Wajib Wisata ASN jadi usulan yang wajib dikaji bareng.

Teknis gagasan Wajib Wisata ASN ini, beberapa kali dalam sebulan para ASN Pemkab Bojonegoro wajib berwisata ke objek-objek wisata di Bojonegoro. Terutama, objek-objek wisata yang terafiliasi dengan Geopark Bojonegoro.

Dengan demikian, objek-objek wisata di Bojonegoro akan terus hidup. Berkelanjutan. Wajib Wisata ASN bakal memberikan manfaat kepada setiap unsur wisata. Terutama, mengungkit perekonomian para pengelola wisata dan UMKM di objek wisata.

Wajib Wisata ASN juga akan membuat ASN Pemkab Bojonegoro memiliki peran ganda untuk Pemkab Bojonegoro. Selain birokrat, ASN Pemkab Bojonegoro juga menjadi wisatawan yang berkelanjutan.

Berdasar data Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, jumlah ASN di lingkup Pemkab Bojonegoro pada 2025 tercatat 6.934 orang. Jumlah itu menurun dibanding 2024 yang tercatat sebanyak 7.240 orang.

Ditelaah berbasis jumlah ASN di lingkup Pemkab Bojonegoro tersebut, tentu cukup realistis bila konsep Wajib Wisata ASN ini terlaksana. Jumlah abdi negara tersebut merupakan kekuatan besar untuk meramaikan sektor wisata.

ASN Bisa Jadi Duta Wisata

ASN Pemkab Bojonegoro bisa menjadi Duta Wisata Bojonegoro secara tidak langsung. Hanya dengan cara mengunggah setiap momen dan cerita kunjungan wisatanya ke berbagai kanal media sosial yang dimiliki. Mudah. Bermanfaat.

Baca Juga :  Sinergi dalam Berbagi, Pemkab Bojonegoro dan SKK Migas Santuni Anak Yatim--Duafa

Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN) Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH dalam suatu acara menyatakan, ada berjuta ASN di Indonesia. Itu kekuatan besar untuk mendukung pariwisata dan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Zudan mengatakan, jika seluruh ASN bergerak sebagai Duta Wisata, ini akan menjadi kekuatan besar bagi Indonesia. Setiap ASN bisa mendokumentasikan tempat wisata, kuliner khas, dan produk UMKM di sekitarnya.

Dia juga mendorong ASN memanfaatkan gadget dan media sosial untuk berbagi berita positif terkait wisata dan UMKM. Sehingga, dapat membantu suksesnya pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan.

Bojonegoro Punya Wisata Geopark, Tak Dimiliki Daerah Lain

Bojonegoro sejatinya memiliki potensi wisata luar biasa. Mulai dari wisata alam seperti Kahyangan Api, Teksas Wonocolo, Banyu Kuning, Negeri Atas Awan, hingga Waduk Pacal. Beragam destinasi budaya dan religi. Juga wisata desa.

Namun, potensi tersebut belum maksimal karena kurangnya kunjungan. Okupansi belum stabil. Dengan menjadikan ASN Pemkab Bojonegoro sebagai pelopor wisatawan lokal, masalah kurangnya kunjungan itu akan teratasi.

Mungkin, Wajib Wisata ASN ini berat atau dikeluhkan dari sektor keuangan ASN. Namun, sesungguhnya itu bisa diurai. Sebab, ada tunjangan ASN. Tunjangan ASN itu saja yang digunakan. Diskemakan. Diwajibkan.

Terlebih, ASN saat ini sudah menerima tambahan penghasilan berupa tunjangan penghasilan pegawai (TPP). Sehingga, logis dan relevan jika mereka diwajibkan berkontribusi menggerakkan roda pariwisata plus ekonominya.

Adapun, Wajib Wisata ASN ini bukan sekadar jalan-jalan, melainkan investasi sosial dan ekonomi untuk mengangkat nama Bojonegoro sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam (SDA). Namun, juga kaya daya tarik wisata.

Baca Juga :  Panen Semangka Inul di Ladang Gas

Pariwisata pun bukan sekadar soal destinasi, tapi tentang bagaimana menghidupkan ekonomi lokal. Dengan sinergi yang kuat antara ASN, pemerintah daerah, dan pelaku wisata, Bojonegoro bisa tumbuh, hidup, dan berdampak luas.

Wajib Wisata ASN juga bukan sekadar inovasi, melainkan strategi cerdas dan berkelanjutan membangkitkan semangat cinta daerah, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro. (*/kza)

error: Content is protected !!