Geopark Bojonegoro Masuk Kandidat sebagai Geopark Internasional Tahun Ini

EKSOTIS: Teksas Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Geosite Geopark Bojonegoro paling mashyur. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Geopark Bojonegoro masuk kandidat sebagai geopark yang akan mendapat pengakuan internasional pada 2025 ini.

Jika lolos atau terpilih, Geopark Bojonegoro akan menyandang label bergengsi. Yakni, UNESCO Global Geopark (UGGp).

Senin (28/4/2024), Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) menilai Geopark Bojonegoro terkait pengakuan dan label dimaksud.

Dalam penilaian via virtual itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyatakan, Pemkab Bojonegoro siap memenuhi berbagai syarat yang diperlukan.

‘’Kami juga akan sediakan regulasi dan sumber daya untuk memenuhi prinsip-prinsip UGGp,” tuturnya usai penilaian itu, Senin (28/4/2025).

Dia menyadari, tidak mudah membawa Geopark Bojonegoro untuk naik kelas ke tingkat internasional. Namun, hal itu tetap bisa diperjuangkan.

Terlebih, Geopark Bojonegoro sangat unik. Tidak biasa. Se-Indonesia, hanya Geopark Bojonegoro yang mengusung tema Petroleum dan Gas.

“Geopark adalah potensi yang harus digarap serius. Geopark merupakan keistimewaan Bojonegoro,” tandas Wahono.

Dia meneruskan, ke depan Pemkab Bojonegoro akan lebih memeras keringat agar Geopark Bojonegoro semakin eksis.

Sehingga, Geopark Bojonegoro punya manfaat lebih komprehensif. Terutama, bagi perekonomian masyarakat di sekitar titik-titiknya.

Untuk diketahui, saat ini Geopark Bojonegoro berkelas nasional sejak 2017 silam. Terdiri dari 16 geosite, tiga biosite, dan delapan culturalsite.

Geosite Geopark Bojonegoro paling mashyur yakni Teksas Wonocolo. Ladang minyak bumi sejak abad 18. Masih aktif ditambang hingga kini, secara tradisional. (sab/kza)

Baca Juga :  Tim UGGp Ijen dan UGGp Raja Ampat Meneliti Geopark Bojonegoro, Kagum Lihat Teksas Wonocolo
error: Content is protected !!