Cantika Wahono Berobsesi Jadikan Bojonegoro sebagai Gerbang Batik Jatim, Solo Ikut Bangga

13/06/2025
KOLABORASI BATIK: Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono menyerahkan batik Bojonegoro kepada Ketua Dekranasda Solo Vanessa Winastesia.

BOJONEGORORAYA – Tepat pukul 13.45, Cantika Wahono tiba di Kantor Dewan Kesenian Nasional Daerah (Dekranasda) Surakarta. Menempuh sekitar tiga jam perjalanan dari Bojonegoro. Tidak macet. Lancar.

Cantika Wahono menganggap dekat. Terlebih menuju Solo, bisa mengakses tol. Cepat. Akses mudah. Jarak cukup 3 jam, Bojonegoro seakan terkoneksi dengan Solo. Bojonegoro dekat dengan Jawa Tengah. Berbatasan. Pintu masuk atau gerbang Jawa Timur.

Cantika bersama tim Dekranasda Bojonegoro berkunjung ke Solo terkait pengembangan batik. Solo memiliki identitas batik. Wisata batik. Memiliki sentra atau kampung batik.

Sementara Bojonegoro, mulai bangkit. Menenun batik menjadi sentra industri kecil menengah (IKM) andalan. Serta, destinasi batik.

‘’Karena itu, kami punya obsesi Bojonegoro itu gerbang batik Jawa Timur,’’ kata Ketua Dekranasda Bojonegoro Cantika Wahono ditemui saat kunjungan ke Dekranasda Solo, Kamis (12/6/2025).

Obsesi itu beralasan. Bojonegoro mulai kolaborasi atau koneksi dengan Dekranasda Solo. Bojonegoro menggandeng Surakarta, karena Solo memiliki identitas batik. Memiliki sentra batik. Yakni, Kampung Laweyan dan Kampung Kauman.

Gayung bersambut, Bojonegoro pada 18-21 Juni 2025 menggelar Wastra Batik Festival 2025. Pemkab Bojonegoro mengundang Dekranasda Surakarta untuk meramaikan event akbar batik tersebut.

GALERI BATIK: Cantika Wahono mengecek produksi batik di gedung IKM Semanggi Dekranasda Solo, Kamis (12/6/2025). Bojonegoro koneksi Solo mulai pengembangan batik. Foto: Khorij Zaenal/ Bojonegoro Raya.

Perajin di Bojonegoro pada 2012 Telah Belajar Batik di Solo

Cantika mengatakan, obsesi Bojonegoro menjadi gerbang batik Jawa Timur cukup memungkinkan. Lokasi Bojonegoro berbatasan dengan Jateng.

Adanya koneksi Bojonegoro dan Solo dengan sister city tentu semakin terbuka wacana mewujudkannya. Tentu, dengan dukungan dan kerja sama strategis dengan Surakarta.

‘’Mudah-mudahan bisa terlaksa (mewujudkan) menjadi kampung batik di Jatim. Menjadi gerbang Jatim,’’ tutur Cantika.

Adapun, perajin batik di Bojonegoro cukup menyebar. Misalnya, perajin batik di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo. Ada juga di Kecamatan Gayam, Kalitidu, Dander, hingga Desa Jono, Kecamatan Temayang.

Baca Juga :  Heru Sugiarto Diserahkan ke Kejari, Dipenjara di Lapas Bojonegoro

Perajin batik ada juga di perkotaan Bojonegoro, Kecamatan Sumberrejo, hingga Kecamatan Ngasem dan Purwosari. Perajin tersebut konsisten memproduksi batik khas Jonegaran.

‘’Ternyata pada 2012 lalu beberapa perajin batik di Desa Dolokgede, hingga dari Kecamatan Temayang dan Dander, sudah pernah mengikuti pelatihan membatik di Kampung Laweyan, Solo,’’ ujar perempuan juga menjadi dosen salah satu kampus di Malang.

Eksistensi perajin batik Bojonegoro, hingga kini memiliki beragam motif batik. Motif mengusung kearifan lokal batik Jonegaran.

‘’Kami optimistis kampung batik di Bojonegoro bisa terlaksana,’’ jelas Icha sapaanya.

Batik Punya Pasar Tersendiri, Semakin Mengglobal

Sementara itu, Ketua Dekranasda Surakarta Vanessa Winastesia merasa senang adanya koneksi Bojonegoro dan Solo. Termasuk bersedia membantu mewujudkan obsesi Bojonegoro sebagai gerbang batik Jatim.

‘’Kami siap membantu apa yang perlu disiapkan,’’ tutur istri Wali Kota Surakarta Respati Ardi.

Menurut Vanessa, adanya koneksi dan rencana kampung batik di Bojonegoro, justru semakin menaikkan pamor batik. Batik semakin mengglobal.

Vanessa mengakui gempuran terhadap batik semakin gencar. Ragam fashion pabrikan hingga impor dan harga murah terus gencar masuk ke pasar. Namun, Vanessa memastikan perajin batik juga semakin kuat. Terus berkembang dan peka perubahan. Serta, memiliki pasar tersendiri.

‘’Karena kami komitmen mengembangkan batik tulis. Memiliki ciri khas tersediri. Meski gempuran sangat keras, tapi insya Allah, batik tulis ada ciri khas, punya pangsa pasar tersendiri. Banyak pecinta batik,’’ jelasnya. (kza)

error: Content is protected !!