Peluncuran Buku Diskursus Al-Qur’an dan Tantangan Sosial Kontemporer, Memberi Makna Ruang Paripurna

15/06/2025
JADI PERHATIAN: Yayuk Siti Khotijah (paling kanan) dalam acara peluncuran buku Diskursus Al-Qur'an dan Tantangan Sosial Kontemporer, Sabtu (14/6/2025) malam. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Ruang Sidang Paripurna Gedung DPRD Tuban menyecap pengalaman baru. Tidak lagi menjadi tempat bahas aturan dan anggaran. Tapi juga gelanggang bagi nyali literasi.

Hal itu terjadi Sabtu (14/6/2025) malam. Kala Yayuk Siti Khotijah meluncurkan buku Diskursus Al-Quran dan Tantangan Sosial Kontemporer yang dia tulis selama kurang lebih enam tahun terakhir.

Sebuah buku terdiri dari 247 halaman, terbagi dalam empat bab. Memadukan teks-teks Al-Qur’an dan konteksnya. Menyoroti etika berbangsa-beragama dalam Islam.

Salah satu konsentrasi buku tersebut, membahas kandungan Al-Qur’an dalam membendung radikalisme dan terorisme di Indonesia. Diterbitkan PT Anak Bengawan Kreatif.

Lebih dari 100 orang hadir dalam acara bertajuk Bicara Alinea: Peluncuran dan Tukar Ulasan Buku Diskursus Al-Quran dan Tantangan Sosial Kontemporer tersebut.
Mereka para seniman, budayawan, wartawan, agamawan, mahasiswa, hingga birokrat di Tuban. Wakil Ketua DPRD Tuban Miyadi selaku tuan rumah, juga hadir. Dalam sambutan, dia mengaku senang.

Miyadi bangga ada muslimah Tuban memiliki pemikiran yang kritis–analitis terhadap isu sosial lalu mengaitkannya dengan isi Al-Qur’an. Terlebih, pemikiran itu ditulis. Dibukukan.

“Oleh sebab itu, kami senang buku itu diluncurkan di ruang paripurna Gedung DPRD Tuban. Bagus. Gedung ini milik rakyat Tuban. Silakan dimanfaatkan,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi XII Ratna Juwita Sari yang jadi keynote speaker dalam acara itu menyebut, Yayuk telah berjuang–berkontribusi untuk umat melalui karyanya.

“Saya berharap, penulis seperti Yayuk dan lainnya semakin banyak. Menebar manfaat melalui tulisan, menggairahkan literasi di Tuban,” imbuhnya.
Usai sambutan Miyadi dan Ratna Juwita Sari, acara inti dimulai. Diawali prolog Yayuk sendiri. Menceritakan isi dan proses bukunya. Dilanjutkan pengulasan oleh dua narasumber yang dihadirkan.

Baca Juga :  Pertamina EP Cepu Zona 11 dan 12 Bersiap Menyokong Gayatri, Bagikan 9.450 Ayam Petelur

Dua narasumber itu Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran UNISMA Fahmi Hidayatullah, serta Direktur Pascasarjana Universitas Al-Hikmah Mujib Ridwan.

Serampung acara inti, Mutholibin selaku moderator membuka sesi tanya jawab. Banyak hadirin memanfaatkan sesi itu untuk bertanya, bersangsi, hingga mengapresiasi Yayuk dan bukunya.
Adapun, jalannya peluncuran buku Yayuk ini lebih utuh dan detail bisa dilihat melalui siaran Youtube. Klik link ini. Durasinya cukup lama. Maklum, cukup banyak dialektikanya. (*)

error: Content is protected !!