BOJONEGORORAYA – Festival Geopark Bojonegoro menjadi forum penguatan secara nasional. Sinergi dan saling menguatkan untuk eksistensi ragam geopark.
Beberapa perwakilan geopark dari luar daerah akan berkunjung. Luar provinsi juga datang di Festival Geopark Bojonegoro. Rangkaian Festival Geopark Bojonegoro selama tiga hari. Kamis hingga Minggu (26-29 Juni 2025).
Informasi sementara, ada enam perwakilan Badan Pengelola Geopark akan menjejakkan langkah di Bumi Rajekwesi. Menikmati pesona Kahyangan Api. Merasakan ragam budaya kabupaten identik dengan kayu jati tersebut.
‘’Informasi sementara ada enam perwakilan geopark yang datang (berkunjung ke Bojonegoro),’’ kata Yoko Hartono salah satu tim Geopark Nasional Bojonegoro, Jumat (27/6/2025).
Meliputi perwakilan Geopark Marangin, Jambi; Geopark Ujung Kulon, Banten; Geopark Meratus, Kalimantan Selatan; Geopark Bayah Dome, Lebak Banten.
Serta, Geopark Batur, Bali; Geopark Ijen, Banyuwangi-Bondowoso; dan Geopark Tulungagung, Jawa Timur.
Duduk bersama. Guyub. Berbagi cerita tentang penguatan geopark. Menjadi forum. Sinergi dan mendiskusikan arah ke depan tentang geopark.
Saling menguatkan dan mendukung untuk menjadi geopark nasional hingga UNESCO Global Geopark (UGGp).
View this post on Instagram
Adapun, dalam pertemuan dengan berbagai perwakilan geopark di Kayangan Api tersebut, ada penandatanganan kerja sama dengan berbagai badan pengelola geopark. Menguatkan.
Di Jawa Timur sendiri, terdapat Forum Geopark Jatim. Forum ini diorkestrasi gubernur. Dengan ketua Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jatim, M. Yasin.
Adapun ragam rangkaian Festival Geopark Bojonegoro mulai opening di Kayangan Api. Juga, sebelumnya terdapat Ruwatan Murwakala. Geo Adventure, Geopark Talk, pameran ekonomi kreatif, gelar seni tradisi, hingga pameran lukisan di Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Bojonegoro. (sab/kza)


