BOJONEGORORAYA — Gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro, benar-benar menjadi ruang edukasi, Minggu (29/6/2025) pagi.
Dinas Kebudayaan dan Pemuda (Disbudpar) Bojonegoro menggelar Geopark Talk di gedung anyar tersebut. Menghadirkan tiga pembicara istimewa.
Di antaranya, Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan, Anggota DPRD Bojonegoro Natasha Devianti, dan Dosen Universitas Bojonegoro Laily Agustina.

Khorij Zaenal Assrori jadi moderator dalam Geopark Talk itu. Konduktor atas berbagai pembicaraan dan pembahasan yang muncul selama acara.
Adapun, sedikitnya ada 70 peserta mengikuti Geopark Talk. Mereka para Milenial dan Generasi Z. Statusnya mahasiswa dan pelajar.
Tiga personel badan pengelola geopark wilayah juga hadir dalam Geopark Talk itu. Dua dari BP Geopark Ujung Kulon, Banten. Satu dari BP Geopark Merangin, Jambi.
Dalam Geopark Talk dimaksud, ada aneka pembahasan. Mulai orientasi 16 geosite, tiga biosite, dan delapan cultursite Geopark Bojonegoro.
Hingga, formula apa saja yang dibutuhkan agar Geopark Bojonegoro semakin dikenal khalayak. Terutama, diakrabi para Milenial dan Generasi Z Bojonegoro.
Natasha Devianti yang jadi pembicara pertama mengemukakan banyak hal. Salah satunya, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh Geopark Bojonegoro.
Anggota DPRD Bojonegoro di Komisi C itu menyebut, pihaknya sering berkoordinasi dengan Disbudpar Bojonegoro terkait Geopark Bojonegoro.
“Kami juga melakukan intervensi di kebijakan penganggaran. Agar, Geopark Bojonegoro dapat terus dikembangkan,” imbuhnya.
Legislator perempuan dari PDI Perjuangan itu mengamini, optimalisasi Geopark Bojonegoro butuh sinergi dan kolaborasi bersama. Terutama, dari generasi muda.
“Geopark mari kita optimalkan. Memunculkan investasi, berdampak baik pada ekonomi, mengurangi angka pengangguran,” imbuhnya.

Achmad Gunawan yang jadi pembicara kedua, juga mengutarakan ragam hal. Salah satunya, menandaskan Geopark Bojonegoro merupakan anugerah Tuhan.
“Bojonegoro memang tidak punya pantai dan pegunungan menyejukkan, tapi punya yang lain. Yaitu, geopark ini,” terangnya.
Gunawan sapaannya menyebut, Pemkab Bojonegoro sangat mengatensi Geopark Bojonegoro. Juga sudah menyesuiakannya dalam rencana pembangunan.
“Kita ada agenda Tour de Bojonegoro. Gagasan kepariwisataan. Geopark Bojonegoro berkait dengan itu. Jadinya, Tour de Geopark Bojonegoro,” jelasnya.
Laily Agustina yang jadi pembicara ketiga pun mempresentasikan berbagai hal terkait Geopark Bojonegoro. Salah satunya, pentingnya melibatkan generasi muda.
“Perlu ada Youth Geopark untuk Geopark Bojonegoro. Itu wadah generasi muda untuk berpartisipasi terhadap Geopark Bojonegoro,” ungkapnya.
Dosen Unigoro yang juga Ketua LPPM Unigoro itu menyebut, beberapa geopark di Indonesia sudah memiliki Youth Geopark tersebut. Bojonegoro perlu menyusul.
“Geopark Talk ini merupakan langkah tepat untuk membentuk Youth Geopark itu,” imbuh Dosen Unigoro yang mengajar ilmu lingkungan tersebut.

Lorenzo, salah satu pelajar SMAN 4 Bojonegoro mengaku senang mengikuti Geopark Talk. Dia dapat banyak pengetahuan tentang Geopark Bojonegoro.
“Kami harap acara seperti diselenggarakan rutin. Bahkan juga di sekolah-sekolah. Supaya, pelajar semakin tahu apa itu Geopark Bojonegoro,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pariwisata Disbudpar Bojonegoro Amin Asrofin bersyukur Geopark Talk yang digelar pihaknya berlangsung lancar.
“Acara ini upaya kami mengedukasi generasi muda terkait Geopark Bojonegoro. Alhamdulillah mereka antusias,” tuturnya.
Ke depan, acara serupa Geopark Talk sangat mungkin digelar lagi dalam kesempatan lain dan berbeda. Diselenggarakan melalui sinergi dan kolaborasi berbagai pihak.
“Kita perlu bersama-sama membumikan Geopark Bojonegoro. Terutama, melibatkan generasi muda. Itu memang perlu sekali,” pungkasnya.
Untuk diketahui, Geopark Talk ini juga salah satu rangkaian Festival Geopark Bojonegoro yang digelar Disbudpar Bojonegoro selama 26–29 Juni 2025. (sab/kza)

