BOJONEGORORAYA — Universitas Bojonegoro (Unigoro) mengirim ratusan mahasiswanya ke sejumlah desa di Bojonegoro untuk menunaikan pengabdian masyarakat.
Total, ada sebanyak 792 mahasiswa. Dibagi 28 kelompok. Mereka menjalani pengabdian masyarakat bertajuk Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN TK) Unigoro 2025.
Tema pengabdian masyarakat itu Optimalisasi Potensi Desa dalam Mendukung Pengembangan Geopark Bojonegoro untuk Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan.
Adapun, pelepasan 792 mahasiswa KKN TK Unigoro 2025 diseremonikan di Hall Suyitno, kampus setempat, Senin (14/7/2025) pagi. Suasana semarak. Meriah. Penuh semangat.
Yang istimewa, pelepasan ratusan mahasiswa KKN TK 2025 Unigoro itu dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono. Peristiwa perdana. Istimewa. Akan jadi momen bersejarah.
Dalam sambutan, Setyo Wahono menyampaikan apresiasinya terhadap Unigoro yang meng-KKN-kan ratusan mahasiswanya dengan tema menyentuh Geopark Bojonegoro.
Lain itu, dia berharap, mahasiswa KKN TK Unigoro 2025 mengimplementasukan ragam ilmu dari perkuliahan ke masyarakat. Jadi agen perubahan masyarakat via aneka program kerja.
“Manfaatkan KKN ini untuk berkolaborasi. Kami butuh peran serta akademisi dan mahasiswa untuk membangun Bojonegoro,” tuturnya.
Rektor Unigoro Tri Astuti Handayani berterima kasih Setyo Wahono telah berkenan memberangkatkan 792 mahasiswanya yang akan mengabdi melalui KKN TK Unigoro 2025.
Kepada para mahasiswanya, rektor perempuan bergelar doktor hukum itu berpesan, setiap mahasiswa optimal mengabdikan diri ke masyarakat melalui KKN TK Unigoro 2025.
“Jalinlah kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah desa setempat, sebaik-baiknya, ” tutur Rektor Unigoro dua periode tersebut.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unigoro Laily Agustina mengemukakan, 792 mahasiswa KKN TK Unigoro 2025 akan mengabdi di 28 titik lokasi.
“Di desa-desa yang memiliki situs geosite, biosite, serta culturesite Geopark Bojonegoro,” terangnya.
Ratusan mahasiwa KKN TK Unigoro 2025 tersebut, kata Laily, akan menjalani pengabdian masyarakat selama sekitar sebulan. Mulai Senin (14/7/2025) hingga Rabu (13/7/2025) mendatang.
Dosen Unigoro yang mengampu ilmu ekologi itu meneruskan, ada alasan tertentu mengapa Unigoro menyinggung pengembangan Geopark Bojonegoro dalam KKN TK Unigoro 2025.
“Geopark adalah potensi besar yang harus disadari masyarakat, dilindungi, dan dikaji,” tandasnya.
Selain itu, Geopark Bojonegoro juga merupakan potensi alam–budaya yang bisa dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan. Dengan tetap menerapkan pembangunan berkelanjutan.
Diketahui, pelepasan 792 mahasiwa KKN TK Unigoro 2025 itu juga dihadiri Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fitrama dan Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan. (sab/kza)


