BOJONEGORORAYA — Pelajar saat ini merupakan aset. Penentu nasib masa depan bangsa Indonesia. Maka, sewajibnya harus dijaga. Terutama, kesehatannya.
Salah satu cara menjaga kesehatan pelajar itu, memilih makanan yang dikonsumsi. Waspadai makanan mengandung banyak gula dan lemak.
Hal itu diutarakan Menteri Koordinator PMK Pratikno saat meninjau kick off program CKG di SMPN 1 Padangan, Bojonegoro, Senin (4/8/2024) pagi.
“Kurangi makan (makanan mengandung, red) gula dan lemak,” tuturnya kepada para pelajar–dalam memberikan sambutan, Senin (4/8/2025) pagi.
Putra kandung Bojonegoro itu menyebut, gula dan lemak dalam makanan yang dikonsumsi, memiliki kadar bahaya untuk tubuh. Bisa menggangu kesehatan.
“Gula menyebabkan diabetes. Lemak menyebabkan kolesterol. Tolong, harus dikurangi, ya,” imbuh mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) itu.
Pratikno mengungkapkan, diabetes dan kolesterol bukan lagi penyakit orang tua. Anak-anak muda termasuk pelajar, sekarang ini juga bisa kena.
“Berdasarkan hasil CKG ini tadi, ada beberapa pelajar di sini yang gula darahnya tinggi. Berlebih. Kan itu tidak baik,” sesal dan sedih Pratikno.
Mantan Rektor Universitas Gadjah Mada tersebut berharap, semua pihak mengawasi pelajar dalam mengonsumsi makanan bergula dan berlemak.
“Pak bupati, ibu wakil bupati, para guru, tolong dijaga anak-anak kita. Kantin-kantin himbau, kurangi menjual makanan bergula dan berlemak,” imbuhnya.
Pratikno menegaskan, kesehatan amat sangat penting untuk pelajar. Sonder tubuh sehat, semua yang diupayakan bisa sia-sia. Menjadi percuma.
“Anak-anakku para pelajar, ayo hidup sehat. Makan makanan sehat. Dan, jangan malas berolahraga,” pungkas profesor ilmu politik tersebut. (sab/kza)


