UMKM Binaan PEPC Zona 11 dan 12 Ikuti UMK Academy 2025, Tingkatkan Kapasitas

18/08/2025
ANTUSIAS: Salah satu peserta UMK Academy 2025 aktif dalam pelatihan. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Empat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) UMKM binaan Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 11 dan 12 mengikuti Usaha Mikro Kecil (UMK) Academy 2025 di Surabaya.

Pelatihan UMKM secara intensif selama dua hari—pada Rabu (11/8/2025) dan Kamis (12/8/2025)—itu diselenggarakan oleh PEPC Zona 11 dan 12 berkolaborasi dengan Pertamina (persero).

UMKM Batik Sekar Rinambat dari Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro dan UMKM Herbasina Nutrindo dari Desa Ngradin, Kecamatan Padangan, Bojonegoro, jadi peserta.

Dua UMKM binaan PEPC Zona 12 operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) tersebut bahkan menjadi sorotan dalam UMK Academy 2025. Contoh UMKM berbasis budaya.

Tri Astutik dari UMKM Batik Sekar Rinambat bersyukur dapat mengikuti UMK Academy 2025. Dia mendapat aneka pengetahuan dan pengalaman berharga dalam UMK Academy 2025.

“Materi pelatihannya sangat aplikatif. Terutama tips mengakses pendanaan dan pemasaran digital. Kami berterima kasih kepada PEPC dan Pertamina yang telah memfasilitasi,” ungkapnya.

Anita Wahyu dari UMKM Herbasina Nutrindo mengemukakan hal senada. UMK Academy 2025 itu membuka wawasan baru. Bermanfaat guna pengembangan dan keberlanjutan usaha.

”Terima kasih Pertamina dan PEPC. Kami bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha kami berbekal pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan ini,” tuturnya.

Terpisah, dalam pembukaan UMK Academy 2025, Head of Communication Relation&CID PEPC Zona 11 Achmad Setiadi menyampaikan, pihaknya selalu mengatensi UMKM di wilayah operasi.

Hal tersebut, kata Achmad Setiadi, untuk menekankan peran strategis industri dalam mendukung kemandirian UMKM di wilayah operasi. Sehingga, ada sinergi juga kolaborasi.

“PEPC tidak hanya berfokus pada operasional energi. Tetapi juga berkontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup dan perekonomian masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga :  APBD Bojonegoro 2026 Ditetapkan Rp 6,5 Triliun, Cakup Sembilan Program Prioritas

Kontribusi nyata bagi kualitas hidup dan perekonomian masyarakat itu khususnya melalui pendampingan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Pada akhirnya, juga nasional. (sab/kza)

error: Content is protected !!