Demo PMII Bojonegoro Dihadapi Pimpinan DPRD

BERHADAPAN: Jajaran pimpinan DPRD Bojonegoro saat menemui massa aksi PMII Bojonegoro, Kamis (4/9/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Setelah didemo Aliansi Bojonegoro Melawan, Rabu (3/9/2025) sore, DPRD Bojonegoro didemo lagi, Kamis (4/9/2025) siang.

Pendemo kali kedua ini massa mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro.

Mereka datang sekitar pukul 12.00 WIB. Mayoritas mengenakan jas almamater PMII. Warna biru. Membentangkan banner dan poster berisi sindiran dan kecaman.

Dalam demo dikawal lebih dari 100 polisi dan diawasi intel-intel itu, massa PMII Bojonegoro berorasi, berteatrikal, hingga menggemakan mahalul qiyam.

Setelah demo berlangsung sekian puluh menit, beberapa pimpinan DPRD Bojonegoro menemui massa. Meliputi ketua, wakil ketua, pimpinan komisi.

Di hadapan para elit DPRD Bojonegoro itu, massa membacakan tujuh tuntutan. Lalu, meminta DPRD Bojonegoro meneruskannya ke pemerintah pusat.

Setelah itu, Ketua PMII Bojonegoro Bahrul Hikam dan Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar meneken nota kesepakatan perihal tersebut.

Dalam kesempatan yang diberikan, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, pihaknya mengapresiasi demonstrasi digelar PMII Bojonegoro.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akrab disapa Umar itu menyebut, DPRD Bojonegoro akan menyampaikan tuntutan massa ke pemerintah pusat.

“Kami juga akan terus mengevaluasi kinerja kami sebagai wakil rakyat. Agar, dapat selalu baik,” janjinya, Kamis (4/9/2025) siang.

Senyampang dengan itu, Umar mempersilakan mahasiswa atau masyarakat Bojonegoro mengawal kinerja DPRD Bojonegoro.

“Kami selalu terbuka. Silahkan sampaikan kritik atau evaluasi untuk kami,” tutur politikus asal Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, Bojonegoro itu.

Diketahui, setelah PMII Bojonegoro, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bojonegoro juga demo di depan Kantor DPRD Bojonegoro, Kamis (4/9/2025) sore.

Mereka menyampaikan aneka tuntutan. Massa aksinya tidak banyak. Namun, tetap dikawal polisi dan ditemui pimpinan DPRD Bojonegoro. (sab/kza)

Baca Juga :  Sally Atyasasmi: Pengarusutamaan Gender Harus Masuk Kurikulum Pendidikan, Upaya Cegah Nikah Dini
error: Content is protected !!