Tiga Jurnalis AJI Bojonegoro Ikuti Pelatihan Paralegal, Pelajari Advokasi Nonlitigasi

FOKUS: Para peserta pelatihan paralegal saat menyimak materi yang diberikan, Jumat (19/9/2025). (Foto: Robertus Risky untuk Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro memberangkatkan tiga anggotanya ke Pacet, Mojokerto, Jumat (19/9/2025) pagi. Untuk mengikuti pelatihan paralegal yang digelar Komite Advokasi Jurnalis (KAJ) Jawa Timur (Jatim).

Tiga anggota AJI Bojonegoro itu Ahmad Atho’illah, Yusab Alfa Ziqin, dan Yana Dwi Kurniawati. Mereka bersamuh dengan para peserta lain delegasi AJI Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember, KontraS Surabaya, serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lentera.

Sejumlah mahasiswa dari Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Surabaya dan Madura juga jadi peserta pelatihan paralegal yang didukung penuh oleh Tifa Foundation tersebut—salah satu yayasan punya intensi terkait keamanan dan keselamatan jurnalis.

Adapun, dalam pelatihan yang berlangsung selama Jumat (19/9/2025) siang hingga malam itu, para peserta menerima aneka materi. Di antaranya, memahami definisi serta peran paralegal, mengetahui keamanan holistic, hingga memahami dasar-dasar advokasi.

Miftah Faridl dari KAJ Jatim mengatakan, pelatihan paralegal itu digelar untuk meningkatkan literasi para jurnalis perihal paralegal. Sehingga, para jurnalis memahami, bahkan bisa menjadi paralegal yang terampil dalam mengorkestrasi advokasi.

‘’Terutama, advokasi-advokasi nonlitigasi,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Jumat (19/9/2025) malam.

Mantan Ketua AJI Surabaya itu meneruskan, pengetahuan paralegal yang inheren dengan advokasi nonlitigasi sangat penting dipahami jurnalis. Sebab, jurnalis selama ini seringkali menjadi korban aneka kekerasan. Baik itu fisik, psikologi, digital, hingga ekonomi.

‘’Kekerasan kepada jurnalis semakin marak. Bentuknya kian bermacam dan bobotnya berkembang. Jurnalis mesti bisa menghadapi itu,’’ tandasnya.

Sementara, anggota AJI Bojonegoro Ahmad Atho’illah mengatakan, dia bersyukur bisa mengikuti pelatihan paralegal yang digelar KAJ Jatim. Kata dia, literasi paralegal memang penting bagi jurnalis. Akan berguna dalam menyalakan advokasi untuk diri sendiri maupun sejawat—manakala dibutuhkan.

Baca Juga :  Sepanjang 2025, Terjadi 246 Kebakaran di Bojonegoro

Untuk diketahui, pelatihan paralegal yang diselenggarakan KAJ Jatim itu akan diselenggarakan tiga hari. Tidak berhenti pada Jumat (19/9/2025) ini. Namun, beruntun. Berlanjut pada Sabtu (20/9/2025) hingga Minggu (21/9/2025) mendatang. (sab/kza)

error: Content is protected !!