PASAR Kota Bojonegoro bersemarak saban pagi. Transaksi ekonomi berharmoni. Bercampur doa, harapan, rasan-rasan, hingga umpatan.
Persis di sisi utara—di medan pedagang lesehan—situasi sama. Khasnya, di sisi itu cukup banyak ikan segar. Beberapa masih mampu menggelepar.
Di luar pagar, juru parkir enggan menerima uang parkir lagi. Namun, tetap semangat melayani. Bisa tersenyum, tertawa. Menampakkan bahagia. (sab)


