BOJONEGORORAYA — Kabar baik datang dari Pertamina Patra Niaga. Masyarakat Bojonegoro yang mobil atau motornya terbukti rusak akibat pertalite baru-baru ini, bisa dapat kompensasi.
Hal itu diutarakan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi.
“Kompensasi akan diberikan secara terukur, setelah pengecekan yang divalidasi bengkel mitra Pertamina,” jelasnya, Kamis (30/10/2025) sore.
Untuk itu, masyarakat merasa dirugikan harus membuat pengaduan atau laporan di SPBU pembelian terakhir. Atau, di Posko Pengaduan Pertamina di perkotaan Bojonegoro.
“Dua posko pengaduan itu ada di SPBU Jetak dan SPBU Sawunggaling. Buka pukul 08.00—16.00 WIB. Beroperasi sampai 2 November 2025,” jelasnya.
Per Kamis (30/10/2025) sore, ungkap Ahad sapaannya, sudah ada 59 laporan dari warga Bojonegoro. Seluruhnya sedang diverifikasi pihaknya bersama bengkel mitra Pertamina.
Diberitakan sebelumnya, masyarakat Bojonegoro digegerkan adanya fenomena ganjil selama beberapa hari terakhir. Puluhan kendaraan rusak setelah isi pertalite di SPBU. Mayoritas, motor.
Kerusakan terjadi pada puluhan motor warga Bojonegoro itu berupa mesin ngadat atau gasnya brebet. Tidak lancar. Bahkan, beberapa dilaporkan mogok. Tidak bisa nyala lagi. Mati.
Hal itu salah satunya dialami Samsul Alim, warga Kecamatan Temayang, Bojonegoro. Dia mengisi pertalite di SPBU Kalianyar, Kecamatan Kapas, Bojonegoro, Selasa (28/10/2025) pagi.
Pemkab Bojonegoro dan Polres Bojonegoro turut mengatensi fenomena itu. Senin (27/10/2025) pagi, keduanya membentuk tim. Melakukan sidak di satu bengkel dan tiga SPBU. (sab/kza)


