Serapan APBD Bojonegoro Baru 51 Persen, DPRD Pesimistis Terserap Maksimal

BERPROSES: Salah satu proyek pembangunan drainase dan trotoar Pemkab Bojonegoro. Program penyerap anggaran. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 Bojonegoro masih menjadi sorotan. Hingga akhir November 2025 ini, baru 51,56 persen.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto dalam rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bojonegoro, Selasa (25/11/2025) sore.

“Penyerapan anggaran (APBD 2025, red) sampai saat ini, tanggal 25 November 2025, mencapai 51,56 persen,” ujar Edi Susanto.

Jika dikalkulasi, birokrat yang juga berpangkat militer Letnan Dua Infanteri TNI AD itu mengemukakan, serapan APBD 2025 mencapai 51,56 persen tersebut setara Rp 4 triliun.

Merespons hal itu, Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, pihaknya pesimistis serapan APBD 2025 bakal maksimal saat tahun anggaran ditutup pada pengujung Desember 2025.

Itu karena, tahun anggaran 2025 sisa sebentar lagi. Sekitar satu bulan. Proyek-proyek konstruksi yang kini berjalan, juga belum tentu dapat rampung tepat waktu di pengujung Desember 2025.

Lebih lanjut, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyebut, pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan agar Pemkab Bojonegoro mempercepat penyerapan anggaran.

Berbagai program, kata Umar, mestinya direalisasikan sejak awal tahun. Jika digeber pada akhir tahun sebagaimana saat ini, jadi tergesa. Hasilnya berpotensi tidak optimal. (sab/kza)

Baca Juga :  Listrik Rumah Suparno Sudah Mandiri, Tidak Minta Tetangga Lagi
error: Content is protected !!