Vice President Global Geopark Network Ibrahim Komoo Melawat ke Bojonegoro, Disambut di Kayangan Api

LAWATAN: Ibrahim Komoo saat berada di Kayangan Api, Sabtu (17/1/2025) malam. (Foto: Dwi Nurdiantoro/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Tamu istimewa datang ke Bojonegoro. Seorang profesor geologi ternama, assesor UNESCO, sekaligus Vice Presiden Global Geopark Network. Namanya Ibrahim Komoo.

Intelektual asal Malaysia itu tiba di Bojonegoro, Sabtu (17/1/2026) sore. Disambut di Kayangan Api, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Sabtu (17/1/2025) malam.

Dalam penyambutan, Ibrahim Komoo dibersamai istrinya, didampingi geolog Komite Geopark Nasional Indonesia Hanang Samodra, serta pejabat BP Geopark Cileteuh dan Tulungagung.

Perwakilan Disbudpar Jawa Timur juga turut dalam momen itu. Dipandu para pejabat BP Geopark Bojonegoro, Bappeda Bojonegoro, Disbudpar Bojonegoro, Disdik Bojonegoro, dan camat setempat.

Mula-mula, Ibrahim Komoo dan serombongan melihat api abadi di Kayangan Api. Mereka sampai di tepi altar api abadi. Melihat bara dan lidah api abadi dari dekat sekali.

Di momen itu, mereka merasakan hangat. Api abadi tidak saja menampilkan bara dan lidah api berwarna merah, oranye, kuning, biru. Tapi juga menguarkan aroma belerang yang khas.

Selanjutnya, Ibrahim Komoo dan serombongan diajak menilik Sumur Blukutuk. Berjarak sekitar 100 meter di barat api abadi. Sama kuat bau belerang. Udar dari sumur alam.

Setelahnya, Ibrahim Komoo dan serombongan diajak ke Pendapa Kayangan Api. Di situ puncak penyambutannya. Mereka makan nasi tumpeng, polo pendem, dan kudapan khas seperti gethuk hingga jongkong.

Suasana momen itu bak kembali ke masa lampau. Era Jawa klasik atau tradisional. Diiringi alunan tembang dan karawitan. Dilantunkan dua sinden, dimainkan para wiyaga Sanggar Rengganis.

Ibrahim Komoo menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan. Geolog juga bergelar Emeritus Dato’ itu mengaku senang dalam agenda tersebut.

Dia juga mengenang, pada 2017 silam, dia sudah pernah ke Kayangan Api dalam rangka penilaian Geopark Bojonegoro. Ingatannya perihal kunjungan sembilan tahun lalu itu, masih cukup segar.

Baca Juga :  Sinden Cilik Galuh Mustiko Mumpuni, Pelantun Tembang dari Kasiman

Lebih lanjut, Ibrahim Komoo menuturkan, tujuan utamanya ke Bojonegoro ialah mengenali beragam nilai di setiap geosite Geopark Bojonegoro. Termasuk aspek pengelolaan dan kelestariannya.

‎”Saya menantikan geosite lain yang akan diperkenalkan dalam dua-tiga hari ke depan,” jelasnya.

Terpisah, pejabat BP Geopark Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengatakan, memang ada sejumlah geosite yang akan dikunjungi Ibrahim Komoo dan rombongan.

‘’Fokusnya di Antiklin Kawengan, Teksas Wonocolo, dan Rumah Singgah Wonocolo,’’ ungkapnya.

Lainnya, Ibrahim Komoo dan rombongan akan menilik Pusat Kerajinan Kayu Jati di Kecamatan Kasiman, hingga Museum 13 dan Agrowisata Belimbing di Kecamatan Kalitidu. (sab/kza)

error: Content is protected !!