Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro (3)

Ke Wisata Edukasi Gerabah, Bicara Soal Warna Produk

INTERAKSI: Mirawati Sudjono (kaus ungu) saat bercakap dengan Pengelola Wisata Edukasi Gerabah, Rabu (11/6/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA – Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro tidak berhenti di agrowisata Kebun Belimbing dan Penangkaran Rusa saja.

Mereka juga bergeser ke Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Bojonegoro, Rabu (11/6/2025) siang. Mengunjungi Wisata Edukasi Gerabah yang mashyur.

Di culturalsite dukungan Disbudpar Bojonegoro dan DiskopUM Bojonegoro itu, Hanang Samodra, Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo didampingi para terkait.

Mereka melihat dan mengamati bagaimana anak-anak belajar membuat gerabah. Juga mengamati aneka produk kerajinan tangan dari tanah liat itu.

Salah satu anggota tim revalidasi, yakni Mirawati Sudjono, menyoroti banyak hal di Wisata Edukasi Gerabah.

Di antaranya, dia menghimbau agar visual lingkungan Wisata Edukasi Gerabah lebih alami atau bergaya tradisional.

‘’Produk gerabah sebaiknya juga tidak warna-warni. Alami lebih bagus,’’ tuturnya.Mirawati Sudjono juga berpesan, pengelola Wisata Edukasi Gerabah mengeksiskan legenda munculnya gerabah di desa setempat.

Persisnya, legenda gerabah Gogor atau anak harimau yang menjadi ikon Wisata Edukasi Gerabah, perlu dipaparkan–divisualkan.

Lebih dari itu, Mirawati Sudjono mengemukakan, Wisata Edukasi Gerabah sudah pas menjadi culturalsite Geopark Bojonegoro.

Wisata yang ‘bukan sekadar wisata’ itu, bagus. Membawa nilai lain dan tersendiri untuk Geopark Bojonegoro. (sab/kza)

Baca Juga :  Sempat Beralih Pertamax, Ojol Bojonegoro—Tuban Kini ke Pertalite Lagi
error: Content is protected !!