Amati Warga dengan CCTV, Pantau Bayi Pakai Aplikasi, Desa Kauman Optimistis Desa Digital Nasional

DIGITALISASI: Kades Kauman Yulia Purwaningtyasari saat memberi sambutan dalam Survei Lapang Desa Digital di Balai Desa Kauman, Kamis (31/7/2025). Desa Kauman masuk enam besar nasional. Foto: Pemdes Kauman untuk Bojonegoro Raya.

BOJONEGORORAYA – Alfa tiada henti menggulir layar HP atau smartphone di genggamannya. Membuka website kauman-bojonegoro.desa.id. Melihat dan membaca info dan kabar dari laman milik Pemerintah Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota.

Desa Kauman bernapas digitalisasi. Website, aplikasi, e-perpustakaan, hingga pemasangan CCTV atau televisi sirkuit tertutup menjadi andalan desa berada di barat Alun-Alun Bojonegoro tersebut. Desa digital.

Desa Kauman potensi menjadi yang terbaik dalam lomba Desa Digital. Masuk enam besar nasional. Potensi juara dan menjadi terbaik. Tinggal tahap akhir.

Kamis (31/7/2025) menjalani Verifikasi Lapang. Tim survei dari Badan Pengembangan dan Informasi Desa dan Daerah Tertinggal. Lingkup  Kementerian Desa dan Pembangunan Desa Tertinggal.

Tim survei sudah datang. Mengecek data dan dokumen. Memverifikasi implementasi desa digital. Verifikasi faktual. Memantau tahap akhir.

LAMAN DIGITAL: Website Desa Kauman mudah diakses via HP atau smartphone. Beragam kabar dan informasi desa. Foto: Bojonegoro Raya.

Dari website kauman-bojonegoro.desa.id dengan warna putih-merah itu, terdapat info tentang postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Masyarakat bisa mengakses.

Menelaah APBDes. Mengawal Pembangunan dan kinerja. Transparansi desa. Ada layanan mandiri secara digital. Cepat.

‘’Apa yang kami capai saat ini tidak serta didapatkan dalam waktu singkat. Kami sudah memulai pengembangan desa digital  sejak 2018,’’ tutur Kepala Desa (Kades) Kauman Yulia Purwaningtyasari.

Website kauman-bojonegoro.desa.id merupakan wajah Desa Kauman. Desa berada di jantung perkotaan Bojonegoro. Selain APBDes, di website terdapat ragam fitur. Juga, informasi tentang demografi dan sosiokultural Desa Kauman.

Website ini menjadi arah komunikasi Pemdes. Menjadi penyampai pesan. Implementasi Desa Digital, Pemdes Kauman berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Bojonegoro.

KOMPAK: Ibu-ibu dan perangkat desa kala mengakses aplikasi Sibaku. Aplikasi ini berisi data balita di Desa Kauman. Upaya memantau tumbuh kembang bayi.

Sibaku, Aplikasi Memantau Tumbuh Kembang Balita

Ibu-ibu terlihat antusias. Sambil duduk dan menggendong balitanya, memegang smartphone dengan membuka aplikasi Sibaku.

Sibaku merupakan akronim dari Sistem Informasi Bayi dan Balita Kauman. Aplikasi ini sebuah gebrakan dari aparatur Desa Kauman dalam digitalisasi.

Baca Juga :  PLN UP3 Bojonegoro Gelar Talkshow Kado Listrik Ceria di Prameswara FM Lamongan

Aplikasi ini berisi data tentang balita-balita di Desa Kauman. Terdata saat ini terdapat 170 balita. Terobosan aplikasi ini untuk memantau tumbuh kembang balita di Desa Kauman.

Kaur Perencanaan Desa Kauman Anryza mengatakan, aplikasi ini untuk memantau tumbuh kembang balita di Desa Kauman. Memantau balita agar terus terjaga kesehatannya.

Misalnya, ibu-ibu usai ikut posyandu dan memeriksakan balitanya. Lalu, mencatat datanya. Mulai berat badan hingga ukuran lingkar kepala. Data tersebut lalu di-input ke aplikasi Sibaku.

Sehingga, aparatur desa, tim kesehatan, dan warga bisa memantau tumbuh kembang bayi. Selangkah efisien untuk mengantisipasi stunting.

MENUJU DESA DIGITAL: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Djoko Lukito, Camat Kota Mukhlissin Andi, Kapolsek Kota, Komandan Koramil, Kades Kauman, tim survei Lapang dari pusat, aparatur, dan warga.

Ada 16 CCTV Pantau Lingkungan Warga

Tidak memiliki sawah. Tidak memiliki sungai. Juga, bukan wilayah pegunungan. Sebaliknya, Desa Kauman, Kecamatan Kota, Bojonegoro, ini memiliki beragam gedung perkantoran dan pertokoan.

Jalur padat dengan wilayah sempit. Tentu, Pemdes Kauman memasang 16 titik CCTV atau kamera pengintai. Upaya digitalisasi.

Kamera CCTV berada di titik-titik penting dan ramai. Digitalisasi dengan memasang CCTV inji aparatur bisa mudah memantau aktivitas warga. Mencegah tindak kriminal.

‘’Salah satu titik yakni memasang CCTV di perempatan selatan SMPN 1 Bojonegoro. CCTV bisa memantau permukiman Gang Mawar dan selatan SMPN 1,’’ tutur Anryza.

Desa “sempit” dengan luas 24,00 hektare ini padat penduduk. Rumah-rumah berhimpitan. Tidak punya lapangan sepak bola. Jumlah penduduknya sebanyak 3.495 jiwa. Meliputi 1.609 laki-laki dan 1.886 perempuan.

Sebanyak 16 titik CCTV tersebut program digitalisasi Desa Kauman. Dan, jumlah CCTV bisa lebih banyak mengingat, sepanjang Desa Kauman ini terdapat perkantoran, sekolah, hingga pertokoan.

ATM Pelayanan, Cepat Urus Surat

Balai Desa Kauman, terlihat masih putih. Cat masih bersih. Balai Desa di selatan Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro tersebut masih kinyis-kinyis. Bangunan baru.

Baca Juga :  THR ASN 2026 Pemkab Bojonegoro Dialokasikan Rp 72,8 miliar, Naik Rp 13,8 miliar

Balai Desa Kauman ini terdapat “ATM” Pelayanan. Bentuknya menyerupai mesin ATM. Namun, ATM pelayanan ini merupakan Anjungan Layanan Mandiri. Bagian dari Layanan Satu Atap Desa Kauman.

ATM pelayanan ini untuk mengurus surat-menyurat. Mulai dokumen kependudukan hingga surat menyurat.

Misalnya, untuk mengurus surat domisili atau surat keterangan usaha, warga setempat bisa mengakses ATM pelayanan ini.

AKSES MUDAH: Warga mengakes aplikasi via HP. Selain aplikasi, Desa Kauman mengimplementasikan website, CCTV, SID, wifi, dan perpustakaan digital.

Perpustakaan Digital dan Wifi untuk Warga

Desa Kauman memiliki perpustakaan digital. Perpustakaan dengan beragam e-book ini mudah diakses. Menumbuhkan budaya literasi di tengah digitalisasi.

Kaur Perencanaan Desa Kauman Anryza mengatakan, perpustakaan digital ini bekerja sama dengan Universitas Bojonegoro (Unigoro). Kolaborasi dengan kampus.

Selain itu, Desa Kauman mengimplementasikan sistem informasi desa (SID) berbasis digital. Termasuk penyediaan wifi untuk warga. Mudah mengakses. Untuk publik.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bojongoro Djoko Lukito mengapresiasi digitalisasi Desa Kauman. Penerapan digital ini pemerintahan semakin terbuka.

Djoko Lukito mengatakan, Desa Kauman mewakili Jawa Timur. Dan, masuk enam besar. Optimistis juara dalam Lomba Desa Digital.

‘’Capaian luar biasa. Apa yang dicita-citakan dan akan menjadi terbaik. Pasti akan membanggakan bagi Bojonegoro,’’ tuturnya saat sambutan Survei Lapang di Balai Desa Kauman. (sab/kza)

error: Content is protected !!