Bahagia, 60 Anak Yatim Dapat Kado Tas dan Buku dari Pedagang Pasar Kota Bojonegoro

BERBAGI: Para anak yatim penerima santunan dari pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Rabu (9/7/2025). Donasi berupa tas, buku tulis, dan uang saku pendidikan. Hasil donasi para pedagang. Foto: Khorij Zaenal A-Bojonegoro Raya.

BOJONEGORORAYA – Hafis tersenyum sambil merangkul tas baru. Anak yatim kelas tiga sekolah dasar (SD) tersebut bungah karena mendapat kado.

Kado berupa tas baru saat mengikuti pengajian dan santunan dari pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Rabu (9/7/2025). Bahagia.

Selain tas, anak yatim tinggal di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Bojonegoro, tersebut mendapat buku tulis. Serta, tiga sampai empat amplop uang saku pendidikan dari para pedagang Pasar Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

‘’Senang dapat tas dan buku. Bisa untuk sekolah,’’ tuturnya kepada Bojonegoro Raya saat mengikuti pengajian di Musala Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

Farul juga senang mendapatkan tas baru untuk bersekolah. Siswa SD asal Kelurahan Ledok, Kecamatan Bojonegoro Kota, tersebut juga bahagia karena mendapat beberapa santunan dari pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

‘’Senang sekali acaranya,’’ jelasnya dengan tersenyum sambil memegang erat tas barunya.

BAHAGIA: Anak-anak bahagia mendapat tas, buku tulis, uang saku dari para pedagang Pasar Kota Bojonegoro. Wujud syukur pedagang dan momentum Tahun Baru Islam.

Pengajian dan Mendoakan Pasar Tetap Ramai

Azan Duhur berkumandang. Para pedagang menuju Musala Nurut Tijaroh. Salat berjamaah. Musala Pasar Tradisional Kota Bojonegoro pun semakin ramai. Anak-anak yatim bersama saudara atau orang tuanya ikut meramaikan musala di Pasar Kota tersebut.

Mereka mengikuti pengajian seiring Tahun Baru Islam atau 1 Muharam. Sekaligus santunan anak yatim. Ada 60 anak yatim yang mendapat paket santunan. Tas, buku tulis, dan uang pendidikan. Anak-anak juga mendapat keberkahan nasi bungkus.

Seksama mendengarkan Ustad Ahmad Rifky Azmi berceramah. Memberi motivasi. Menebar inspirasi. Berpesan pedagang selalu bersyukur atas pemberian Allah SWT. Mengajak kebaikan. Mendorong amalan berpahala. Berdagang, beribadah, dan bersedekah.

‘’Hati merasa tenang. Usai salat, berdoa, terus berangkat ke pasar,’’ tutur Ustad Rifky Azmi dengan jenaka.

Sontak beberapa emak-emak pedagang manggut-manggut dengan pesan ustad tersebut. Duduk bersila menikmati pengajian. Membaur dengan para anak yatim-piatu.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Bangun GOR di Kalitidu Tahun Ini, Pasang Anggaran Rp 7,8 Miliar

Jarum jam pukul 14.00. Ustad Rifky Azmi mengajak anak yatim, pedagang, emak-emak, dan pengurus paguyuban pasar untuk berdoa. Berjamaah. Tangan menengadah. Berdoa. Bersyukur atas rezeki dari Allah SWT bisa berdagang di Pasar Tradisional Kota Bojonegoro.

Berdoa bersama-sama untuk semua. Sesama. Sehat. Berkah untuk pedagang dan anak yatim. Amin-amin-amin, terus mengalir dari ucap para anak yatim. Teduh.

Sasaran Penerima Anak Yatim dan Masih Siswa SD

Ketua Perkumpulan Pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro Wasito mengatakan, pengajian dan santunan ini sekaligus wujud Syukur para pedagang atas rezeki dari Allah SWT.

Momentum tahun baru Islam dan bulan sura dalam kalender Jawa, menjadi penyemangat pedagang gelar pengajian. Berpadu santunan. Donasi untuk anak yatim.

Menurut Wasito, santunan kepada anak yatim ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam atau 1 Muharam.

Sasaran santunan kepada 60 anak yatim. Usulan pedagang pasar.  Santunan juga dari patungan para pedagang. Penerima harus anak yatim. Dan, masih pelajar SD.

‘’Selain tas, buku, dan uang saku pendidikan, juga ada beberapa donatur para pedagang yang memberi secara spontan. Berbagi. Merata,’’ jelasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!