BOJONEGORORAYA – Pemkab Bojonegoro memberi atensi serius pada bencana alam banjir bandang di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, Jumat (7/3/2025) petang.
Salah satu wujudnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono langsung melakukan peninjauan atau turun lapangan ke empat desa di Kecamatan Gondang yang diterjang air bah itu, Jumat (7/3/2025) malam.
Wahono berangkat ke sana sekitar pukul 22.00 WIB. Bersama Kapolres Bojonegoro AKBP Mario Prahatinto, Dandim 0813 Letkol Czi Arief Rochman Hakim, Pj Sekda Djoko Lukito, dan Asisten Daerah III Andik Sudjarwo.
Dalam keterangan didapat Bojonegoro Raya, Wahono perlu turun langsung ke Kecamatan Gondang sebab ingin memastikan bahwa warga terdampak banjir bandang mendapatkan penanganan yang baik.
“Setelah kejadian (banjir bandang, red), kami fokus pada warga terdampak. Mereka harus mendapat penanganan yang baik,” ujar Wahono, Jumat (7/3/2025) malam.
Penanganan yang baik itu, terang dia, secara teknis harus direalisasikan BPBD Bojonegoro berkooordinasi dengan Muspika Gondang dan pemdes terdampak. Salah satunya melakukan pembersihan dan mendistribusikan bantuan.

Lebih dari itu, Bupati Bojonegoro asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro ini menandaskan, banjir bandang di Kecamatan Gondang ini harus diantisipasi agar tidak terulang lagi.
Mengacu itu, dia ataupun Pemkab Bojonegoro berkomitmen akan mencari dan menerapkan solusi untuk hal tersebut. Tentu, tegas Wahono, pihaknya tidak bisa sendirian. Butuh sinergi banyak pihak.
“Kita akan bersama-sama mencari solusi agar banjir bandang bisa diminimalisir dan tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sedikitnya ada empat desa di Kecamatan Gondang yang diterjang banjir bandang pada Jumat (7/3/2025) petang. Meliputi Desa Gondang, Sambongrejo, Senganten, dan Pajeng.
Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi menyebut, total ada 315 rumah warga diterjang dan terendam banjir bandang tersebut. Sebanyak 17 rumah warga di antaranya, mengalami kerusakan. (sab/kza)


