BOJONEGORORAYA – Geopark Trail Run di Geosite Kayangan Api menjadi event yang penuh makna. Event berlari-lari di geosite Kayangan Api. Api abadi yang mendunia.
Berlangsung Minggu (19/10/25) siang. Pukul 13.00. Start dan finish di area Geosite Kayangan Api di kawasan hutan Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.
Rutenya ciamik. Perpaduan antara jalan beton dengan track kawasan hutan pohon jati. Track yang menyenangkan. Berbelok di bawah pohon jati dengan tanah yang gembur.
‘’Rutenya teduh. Semilir pepohonan jati di sekitar Geosite Kayangan Api. Bakal menyenangkan,’’ kata Agus Prasetyo ketua panitia Geopark Trail Run.

Event berlari dengan trail atau menjelajah ini berlangsung untuk menyemarakkan Hari Jadi ke 348 Bojonegoro (HJB). Ulang tahun Kabupaten Bojonegoro. HJB tahun ini diperingati pada Senin, 20 Oktober.
Saling bertaut. Geopark Trail Run ini juga bersamaan dengan momentum pengambilan api abadi di Kayangan Api. Lalu, ada tim tersendiri yang membawa obor api berlari menuju Pendapa Malawapati.
Obor tiba diprediksi sebelum mahrib. Prosesi penyemayaman di Pendapa Malawapati pada Minggu malam menjadi puncak peringatan HJB.
‘’Sementara Geopark Trail Run fokus di Geosite Kayangan Api,’’ jelas Agus.
Adapun, persiapan Geopark Trail Run terus bergerak. Sabtu siang, para peserta mulai mengambil racepack. Di gedung Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro.
‘’Peserta yang belum kesempatan mengambil, masih ada kesempatan mengambil racepack pada Minggu di venue Kayangan Api. Panitia sudah ready,’’ tuturnya.
Panitia telah menyediakan hadiah untuk pelari tercepat finish. Putra dan putri. Juara satu, dua, dan tiga. Bakal seru. Peserta akan merasakan sensasi berlari di jalan dan hutan jati.
Hadiah utama Geopark Trail Run Geosite Kayangan Api ini yang dinanti. Sebuah mobil Suzuki Katana. Tinggal greng. Bisa dibawa pulang. Surat-surat lengkap.
‘’Hadiah mobil Suzuki Katana sudah disiapkan. Menanti yang beruntung dalam event ini,’’ jelasnya.
Peserta Disuguhi Nasi Pecel Godhong Jati
Kayangan Api menjadi geosite yang mendunia. Identik dengan api abadi dan pohon jati. Tentu, peserta Geopark Trail Run ini akan mendapat suguhan nasi pecel godhong jati.
Kudapan kaya selera. Kuliner khas masyarakat Bojonegoro. Bikin kenyang. Senang. Suguhan nasi pecel godhong jati ini diberikan gratis untuk para peserta. Tinggal menunjukkan nomor peserta kepada para pedagang nasi pecel yang sudah menanti di kawasan Geosite Kayangan Api.
‘’Nasi pecelnya maknyus. Khas kuliner Bojonegoro,’’ tutur Nunik salah satu pedagang.

Populerkan Geopark Bojonegoro
Selain HJB, Geopark Trail Run ini sekaligus bagian mengampanyekan Geopark Bojonegoro. Literasi tentang Geopark Bojonegoro dengan tema petroleum system.
Geopark Bojonegoro bulan ini memasuki tahapan penting. Bakal melewati tahapan validasi UNESCO Global Geopark (UGGp). Tinggal selangkah tahap pengakuan UNESCO atas geopark Bojonegoro.
Menurut Agus, dari beberapa geostie, biosite, dan culture site Geopark Bojonegoro, salah satunya keberkahan alam Kayangan Api. Tentu, trail run ini sekaligus edukasi kepada masyarakat atas keberkahan bumi dimiliki Kabupaten Bojonegoro.
‘’Geopark Bojonegoro ini mendunia. Bangga Bojonegoro memiliki geopark,’’ tutur Manajer Program Bojonegoro Raya tersebut. (sab/kza)


