BOJONEGORORAYA — Agenda menaikkelaskan Geopark Bojonegoro, terus bergulir. Semakin dekat meraih legitimasi dunia internasional, berlabel UNESCO Global Geopark (UGGp).
Akhir 2025, Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro telah mengirimkan dossier ke Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) untuk diteruskan ke UNESCO.
Tahun ini, asesor dari UNESCO akan berkunjung ke Bojonegoro. Meninjau situs-situs Geopark Bojonegoro. BP Geopark Bojonegoro tentu mengantarkan, mendampingi.
Hal tersebut diutarakan Coordinator of Planning and Cooeration Division BP Geopark Bojonegoro yang juga Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah.
‘’Perkiraan, asesor UNESCO ke Bojonegoro pada pertengahan tahun ini,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Selasa (3/2/2026) siang.
Birokrat akrab disapa Gunawan itu meneruskan, situs Geopark Bojonegoro diajukan ke UNESCO mengalami perubahan. Jumlahnya bertambah. Khususnya, geosite.
‘’Jika sebelumnya Geopark Bojonegoro terdiri dari 16 geosite, kini 21 geosite,’’ ungkapnya.

Adapun, lanjut Gunawan, perubahan tersebut hasil kajian BP Geopark Bojonegoro bersama KNGI dan Pusat Survei Geologi Badan Geologi Nasional Kementerian ESDM.
Alumnus IPDN itu berharap, perubahan jumlah geosite Geopark Bojonegoro tersebut tidak hanya dipandang sebagai peningkatan kuantitas. Tapi juga peningkatan kualitas. (sab/kza)


