Laras KensVil di Desa Kenep Bojonegoro, Ruang Perempuan Penabuh Gamelan

ASYIK: Para perempuan Laras KensVil saat bermain gamelan, Sabtu (17/5/2025) sore. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

Di sela mengurus rumah tangga, perempuan di Desa Kenep rutin bermain gamelan. Membunyikan harmoni. Menentramkan hati.

BOJONEGORORAYA — Sejumlah perempuan duduk bersimpuh dan bersila. Tangan mereka bergerak berirama, menabuh instrumen gamelan yang membujur di depannya.

Sesekali, mata para perempuan itu terpejam samar-samar. Kepala bergeleng pelan. Meresapi bunyi harmoni gamelan yang mereka tabuh sendiri. Menentramkan hati. Liris sekali.

Peristiwa seni itu terjadi Sabtu (17/5/2025) sore, di sebuah balairung rumah lawas bermodel Srotong, berkelir hijau-putih. Berlokasi di Desa Kenep, Kecamatan Balen, Bojonegoro.

Para perempuan penabuh gamelan di balairung rumah lawas itu, rerata merupakan ibu-ibu rumah tangga. Tergabung dalam grup karawitan bernama Laras KensVil.

Marfuah, Koordinator Laras KensVil mengemukakan, grup karawitannya merupakan pernik dari pembangunan Kenep Smart Village (KensVil) yang sedang digencarkan.

“Kami aktif sejak awal Februari 2025. Kini ada 15 anggota. Semua perempuan, khusus perempuan,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (17/5/2025) sore.

Selain sebagai pernik pembangunan KensVil, Marfuah mengatakan, Laras KensVil merupakan sarana bagi para perempuan di Desa Kenep yang memang tertarik pada seni.

“Kami memiliki jiwa seni. Kebetulan ada gamelan di lingkungan kami. Jadi, kami salurkan ke bermain gamelan ini,” jelasnya.

Ibu pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi itu meneruskan, Laras KensVil bermain gamelan sekian kali dalam sepekan. Jadwal rutinnya saban Sabtu, mulai pukul 13.00–15.00 WIB.

“Main gamelan ini juga jadi hiburan bagi kami. Suatu jeda di sela kesibukan mengurus pekerjaan rumah tangga,” imbuhnya.

Sejak aktif awal Februari 2025 hingga medio bulan ini, para perempuan penabuh gamelan yang semuanya merupakan muslimah itu sudah bisa memainkan sepuluh tembang.

“Delapan tembang Jawa. Satu tembang Islami Tombo Ati. Satu lagi, lagu Mars KensVil. Marsnya Desa Kenep sini,” terang Marfuah.

Baca Juga :  Kolaborasi Kemenag, Jejak Langkah Impian Kemakmuran Bojonegoro

Sejauh ini, lanjut dia, Laras KensVil belum sempat tampil di depan publik. Jika kesempatan itu ada, Laras KensVil sudah siap. Skala desa, kecamatan, maupun perkotaan, pede saja.

SIAP TAMPIL: Para perempuan Laras KensVil saat bermain gamelan, Sabtu (17/5/2025) sore. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

Lebih dari itu, Marfuah berharap Laras KensVil terus rutin bermain gamelan. Dia bermimpi, grup karawitan tersebut senantiasa ada dari generasi ke generasi. Menjadi identitas Desa Kenep.

Alhamdulillah, pemdes dan masyarakat sini mendukung kami. Para suami juga senang istrinya berkesenian. Tidak main HP terus,” imbuhnya.

Sementara itu, Nanda Setyo Hardianto selaku pendamping Laras Kensvil mengutarakan, grup karawitan yang bersanggar di basis Muhammadiyah itu menunjukkan progres yang baik.

Selama mendampingi, ibu-ibu  di Laras KensVil cakap menerima setiap materi permainan gamelan yang dia sampaikan. Alias, tidak butuh waktu lama untuk bisa dan lancar.

“Ibu-ibu ini main gamelannya sudah apik. Siap tampil di depan publik,” pasti guru seni di SMAN Sugihwaras, Bojonegoro itu. (sab/kza)

error: Content is protected !!