Pokdarwis Dilatih Pemandu Wisata Geopark Bojonegoro, Simulasi Trip hingga Bercerita

ANTUSIAS: Perwakilan Kange Yune mengikuti Pelatihan Pemandu Wisata digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro di PIG, Kamis-Jumat (7-8/8/2025). Rerata peserta merupakan pokdarwis. Foto: Khorij Zaenal A-Bojonegoro Raya.

BOJONEGORORAYA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro membekali sekitar 50 anak-anak muda Pelatihan Pemandu Wisata Geopark. Antusias. Bersemangat.

Pelatihan seiring Bojonegoro hendak menggapai UNESCO Global Geopark (UGGp). Berlangsung dua hari di Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro. Kamis-Jumat (7-8/8/25).

Peserta dari perwakilan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Terutama pokdarwis dari bagian 16 geosite, 3 biosite, dan 8 culturesite. Juga, perwakilan Kange-Yune. Satuan Karya (Saka) Pariwisata Bojonegoro.

‘’Apresiasi atas pelatihan ini sebagai rangkaian menuju pengakuan internasional Geopark Bojonegoro,’’ kata Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro Nurul Azizah saat memberi motivasi.

Wabup mengingatkan tugas bersama, terutama pemandu wisata. Bahwa masyarakat masih banyak yang belum mengetahui definisi geopark. Padahal, geopark ini menjadi kebanggaan Bojonegoro. Konservasi, warisan geologi, dan anugerah Tuhan. Untuk masa depan Bojonegoro.

BERI MOTIVASI: Wabup Nurul Azizah membuka Pelatihan Pemandu Wisata berlangsung di Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark Bojonegoro. Wabup memberi motivasi akan pentingnya pokdarwis sebagai pemandu wisata.

Geopark Bojonegoro Menjadi Kebanggaan

Menurut Nurul Azizah, peserta pelatihan pemandu wisata patut berbangga dengan geopark Bojonegoro. Memiliki keunikan. Beda dengan geopark lainnya di dunia. Bebatuan, fosil, kayangan api, hingga struktur antiklin di Wonocolo.

‘’Ini adalah warisan geologi yang harus dijaga dan promosikan bersama,’’ tutur Wabup dengan memakai seragam khas Samin.

Selain pentingnya pemandu wisata, menurut Wabup, promosi geopark dengan keunikan wisata dengan penyebarluasan informasi geopark. Digitalisasi informasi. Bisa melalui media radio lokal. Hingga edukasi kepada pelajar.

Kepala Disbudpar Bojonegoro Welly Fitrama mengatakan bahwa pelatihan ini untuk mencetak pemandu wisata profesional. Menunjang kualitas layanan pariwisata.

Pelayanan yang baik, menurut Welly, akan berimbas positif dan memberi kesan terhadap pengunjung. Sehingga, pengunjung terdorong untuk kembali datang.

BERI WAWASAN: GM Geopark Ijen Abdillah memberi materi keunikan dan proses geologi dari ragam geosite di Bojonegoro. Abdillah juga meminta peserta praktik sebagai pemandu wisata.
PRESENTASI: Kelompok peserta dari Pokdarwis Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, memaparkan hasil diskusi. Lalu, presentasi dan tanya jawab. Peserta pemandu wisata diajak membuat simulasi trip dan teknik bercerita.

Peserta Simulasi Bikin Geotrip dan Story Telling

Jarum jam menunjukkan pukul 13.00. Kamis siang itu, sebanyak 50 peserta diajak berkelompok. Simulasi. Membuat konsep geotrail hingga trip. Juga, “bercerita” sebaik mungkin tentang geopark dengan ragam wisata.

Baca Juga :  Tekad UT Bojonegoro: Lulusan Jadi Pegawai dan Pengusaha

General Manager Badan Pengelola (BP) Geopark Ijen Abdillah menjadi narasumber. Abdillah yang memiliki pengalaman memberi materi berkesan. Membedah geopark Bojonegoro.

Satu per satu memberi sentuhan keunikan dan keunggulan 16 geosite, 3 biosite, dan 8 culturesite geopark Bojonegoro. Memberi sentuhan secara naratif. Kajian keilmuan, hingga literatur.

Misalnya, bagaimana Kahyangan Api yang tidak pernah padam. Abdillah memberi sentuhan kajian geologi. Juga, memberi wawasan tentang Bojonegoro dulu menjadi laut purba. Sehingga, kerap kali ditemukan fosil gigi hiu. Fosil mamalia, fosil udang purba.

‘’Bahwa Bojonegoro jutaan tahun lalu merupakan laut purba,’’ tutur Abdillah.

Eko salah satu peserta dari Pokdarwis Wisata Samin Kecamatan Margomulyo mengatakan, bersama tim telah membuat simulasi geotrip berkunjung. Lokasi jauh dari perkotaan, Eko membuat simulasi wisata dengan titik kumpul di Masjid Religi.

Di balik masjid menjadi jujugan pengendara tersebut, terdapat struktur bebatuan. Menjadi geosite. Berlanjut wisata Kampung Thengul. Lalu menuju wisata Samin. Terdapat UMKM batik dan udeng obor sewu, khas masyarakat Samin.

Dari 50 peserta, terdapat tujuh kelompok. Setiap kelompok mempresentasikan geotrip dan geointerpretasi. Menjadi pemandu wisata yang ramah. Bercerita. Naratif. Berkesan.

Pukul 16.00, peserta pelatihan bisa melawan kantuk. Capek bisa pupus setelah keasyikan mengikuti simulasi sebagai pemandu wisata. Mengajak pemandu wisata bisa story telling. Menarik.

Serta menjadi conten creator. Digitalisasi menjadi bagian tak terpisahkan dari pemandu wisata. Semua senang. Sepakat mengembangkan geopark Bojonegoro sebagai warisan dunia. Anugerah Tuhan. (sab/kza)

error: Content is protected !!