Revalidasi Geopark Bojonegoro Berlangsung Pekan Ini, Prasyarat Diakui UNESCO

EKSOTIS: Teksas Wonocolo di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro. Geosite Geopark Bojonegoro paling mashyur. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA – Proses agar Geopark Bojonegoro mendapat pengakuan dari dunia internasional atau UNESCO, memasuki tahap krusial pekan ini.

Suatu tim akan datang. Menilik sejumlah titik Geopark Bojonegoro. Melakukan validasi ulang atau revalidasi atas Geopark Bojonegoro.

Hasil revalidasi itu akan menentukan apakah Geopark Bojonegoro layak tetap berstatus nasional lalu naik internasional–berlabel UNSECO Global Geopark (UGGp).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah membenarkan hal tersebut.

‘’Agenda revalidasi itu akan berlangsung 10—14 Juni 2025 ini,’’ ujarnya saat dikonfirmasi Bojonegoro Raya, Senin (9/6/2025) siang.

Gunawan mengemukakan, tim yang akan merevalidasi Geopark Bojonegoro tersebut terdiri dari beberapa pihak.

Mulai dari Komite Geopark Nasional Indonesia (KGNI), Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga Bappeda Jawa Timur (Jatim).

‘’Dari Kementerian ESDM, salah satunya yaitu Badan Geologi Nasional,’’ imbuh Gunawan.

Alumnus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini meneruskan, ada empat geosite, tiga biosite, dan dua cultursite yang akan ditilik plus direvalidasi.

‘’Selain itu, ada tiga sentra UMKM dan dua literasi Geopark Bojonegoro juga,’’ ungkap pejabat kelahiran Pamekasan, Madura ini.

Lebih lanjut, Gunawan menyampaikan, pihaknya, Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait siap atas agenda ini.

‘’Kami semua sudah saling berkoordinasi. Ini agenda penting bagi Bojonegoro. Agar, semakin punya ’nama’ di mata internasional melalui geopark,’’ tandasnya.

Senyampang dengan hal tersebut, terang dia, Pemkab Bojonegoro melalui OPD terkait juga terus mengembangkan Geopark Bojonegoro melalui berbagai upaya.

‘’Agar Geopark Bojonegoro punya nilai manfaat di aneka sektor. Di antaranya, riset, pendidikan, pariwisata, dan ekonomi,’’ pungkasnya. (sab/kza)

Baca Juga :  Ulas Karya Pramoedya, Jurnalis Bojonegoro Raya Raih Juara Dua
error: Content is protected !!