Kunjungan Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro (10)

Situs Fosil Gigi Hiu Purba Butuh Perlindungan Ekstra

PERIKSA: Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro saat mengunjungi Situs Fosil Gigi Hiu Purban, Kamis (12/6/2025) siang. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Setelah Kedung Lantung dan Sentra Kerajinan Batik, Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro mengunjungi Situs Fosil Gigi Hiu Purba, Kamis (12/6/2025) siang.

Salah satu paleontologi Geopark Bojonegoro itu berlokasi di tepi hutan. Masuk lahan milik Dinas Kehutanan Jawa Timur. Dekat Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro.

Di situ, tim revalidasi melihat bongkahan batu karang di ladang jagung terbuka. Di bongkahan itulah, sejumlah fosil gigi hiu purba berada. Posisinya menempel. Ukurannya kecil-kecil. Mengkilap.

Meliawati Ang, salah satu anggota tim revalidasi mengatakan, Situs Fosil Gigi Hiu Purba itu menarik. Menunjukkan lokus setempat merupakan bentang lautan pada masa silam.

“Sudah layak jadi bagian Geopark Bojonegoro,” tuturnya.

Namun, perempuan pengelola UNESCO Global Geopark Rinjani–Lombok itu mengemukakan, Situs Fosil Gigi Hiu Purba perlu perlindungan ekstra. Ada pemagaran ketat, pemberian larangan, dan lainnya.
Jika tidak demikian, kata perempuan yang juga Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, Situs Fosil Gigi Hiu Purba tersebut dikhawatirkan rusak.

“Fosil gigi hiu purba juga bisa hilang diambil orang atau pihak yang tidak bertanggung jawab,” imbuhnya.

Yoko Hartono, salah satu personel Badan Pengelola (BP) Geopark Bojonegoro menerima masukan Meliawati Ang. Akan ditindaklanjuti dengan melibatkan para pihak terkait. (sab/kza)

Baca Juga :  16 Geosite Geopark Bojonegoro yang Perlu Diketahui, Tersebar di 10 Kecamatan
error: Content is protected !!