BOJONEGORORAYA — Sejumlah peneliti yang tergabung dalam Tim UNESCO Global Geopark (UGGp) Ijen, Banyuwangi dan UGGp Raja Ampat, Papua, merasa terpukau.
Mereka kagum melihat Teksas Wonocolo dari dekat–ketika mengunjungi ladang minyak itu dalam rangka meneliti Geopark Bojonegoro, Sabtu (3/5/2025) dan Minggu (4/5/2025).
Ada banyak hal membuat mereka demikian. Salah satunya, aktivitas pertambangan minyak bumi di Teksas Wonocolo yang dilakukan warga sekitar dengan cara masih tradisional.
Mereka seolah tidak mengira, para warga setempat bisa mengebor minyak bumi di Teksas Wonocolo dengan menggunakan peranti kurang canggih dan modern.
Misalnya, para warga setempat masih menggunakan menara kayu sederhana sebagai penopang rig drilling untuk mengebor minyak bumi di dalam tanah Teksas Wonocolo.
Mesin penggerak rig drilling yang digunakan untuk mengebor minyak bumi itu pun bukan mesin ampuh. Hanya diesel bekas mesin truk yang dimodifikasi sedemikian rupa.

Yoko, salah satu anggota Tim Geopark Bojonegoro membenarkan kunjungan dan kekaguman para peneliti dari UGGp Ijen dan UGGp Raja Ampat di Teksas Wonocolo dimaksud.
Dia meneruskan, sejumlah peneliti dari UGGP Ijen dan UGGp Raja Ampat itu bahkan menilai, Geopark Bojonegoro sudah pantas berstatus internasional dan berlabel UGGp.
“Kata mereka, Geopark Bojonegoro semestinya sudah UGGp sejak dulu,” kata salah satu pejabat Bappeda Bojonegoro itu, Senin (5/5/2025).
Sebab, Geopark Bojonegoro sudah memenuhi. Paling kentara, ada geosite Teksas Woncolo yang geologis, ekologis, dan historis. Selain itu, juga edukatif dan rekreatif.
Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah juga mengaku senang atas kunjungan dan penelitian Tim UGGp Ijen dan UGGp Raja Ampat di Teksas Woncolo.
Kunjungan dan penelitian itu, kata dia, berharga bagi Tim Geopark Bojonegoro. Sebab, semakin banyak kunjungan dan penelitian, Geopark Bojonegoro semakin eksis. Kian diperbincangkan.
Selain itu, melalui kunjungan dan penelitian dimaksud, Tim UGGp Ijen, UGGp Raja Ampat, dan Geopark Bojonegoro bisa membuat jaringan yang saling menguntungkan.
“Itu semua mendukung kami untuk dapat pengakuan sebagai geopark internasional. Berlabel UGGp,” pungkasnya. (sab/kza)

