Bupati Wahono Pastikan Penataan Kota Tetap Akomodir PKL

MENCARI REZEKI: Deretan PKL di tepi Alun-Alun Bojonegoro yang kini sedang direvitalisasi. (Foto: Yusab Alfa Ziqin/Bojonegoro Raya)

BOJONEGORORAYA — Hasil penataan kota yang tengah dilakukan Pemkab Bojonegoro pada tahun ini, dipastikan tetap ramah pedagang kaki lima (PKL).

Para pedagang di pinggir jalan atau di tepi landmark kota itu akan tetap bisa berjualan. Lapaknya diakomodir di ruang-ruang yang memungkinkan.

Hal itu disampaikan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam agenda Sapa Bupati di Pendapa Malawapati, Pemkab Bojonegoro, Kamis (3/9/2026) pagi.

“Pasti kami lindungi dan support (PKL, red). Penataan kota akan dibuat ikonik. Masyarakat nyaman, PKL tetap untung,” komitmennya.

Komitmen tersebut menjawab salah satu aspirasi PKL Bojonegoro yang hadir dalam agenda Sapa Bupati. Khawatir PKL dikesampingkan imbas penataan kota.

Menandaskan komitmennya, Bupati Wahono mengatakan, mendatang akan ada audiensi antara Pemkab Bojonegoro dengan PKL. Membahas akomodirisasi PKL.

Lebih lanjut, Bupati Wahono menegaskan, setiap pembangunan di Bojonegoro membutuhkan keterlibatan masyarakat. Terutama, masyarakat terdampak.

“Kami berdua, bupati dan wabup, tidak bisa membangun Bojonegoro tanpa adanya sinergi dari masyarakat,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, agenda penataan kota di Bojonegoro pada tahun ini cukup masif. Ada empat landmark kota direvitalisasi atau ditata ulang.

Empat landmark atau ikon kota tersebut meliputi Pasar Kota Bojonegoro, Alun-Alun Bojonegoro, Masjid Agung Darussalam, dan Taman Rajekwesi.

Keempat landmark itu selama ini jadi basis PKL. Mereka berjualan di dalam atau di tepian. Berharap pundi rezeki di keramaian. (sab/kza)

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Gelar Parade Oklik dan Luncurkan Buku Saku Mudik Lebaran di Bojonegoro Membanggakan