Oleh: Khorij Zaenal Assrori
Jurnalis Bojonegoro Raya
——————
JELANG laga penentuan antara Persibo Bojonegoro melawan Deltras Sidoarjo, Sabtu (11/1/2025) sore ini, memori Suwanto mendadak teringat lima belas tahun lalu. Ya, pada 29 Mei 2010, dramaturgi tersaji. Persibo Bojonegoro melawan Deltras Sidoarjo dalam laga final Divisi Utama 2010.
Suporter setia asal Kelurahan Ledok Kulon, perkotaan Bojonegoro itu menyaksikan peristiwa sejarah Persibo menjuarai Divisi Utama 2010 setelah mengalahkan Deltras 3-1. Bersorak, senang, dan tangis. Mewarnai Persibo merengkuh piala jawara Divisi Utama 2010. Sejarah mencatat.
Dag-dig-dug mendekap dada selama laga. Histeris. Salawatan, yel-yel terus bersorak. Hingga 2×45 menit, tak ada gol. Berlanjut perpanjangan waktu. Busari, striker Persibo menyarangkan bola ke gawang Deltras. Namun, dianulir. Dianggap offside. Adu pinalti tersaji, Persibo menjuarai.
‘’Berangkat bareng, naik bus. Ramai sekali. Bawa nasi bungkus. Senang luar biasa Persibo bisa juara. Hanya, ada kenangan tak terlupakan, ada teman yang kecopetan. Hehehe,’’ tuturnya saat ditemui di kedai sudut Pasar Kota Bojonegoro, Jumat (10/1/2025) siang.
Laga Deltras melawan Persibo, Sabtu sore ini bukan pertandingan final. Namun, aromanya kental seperti laga final. Laga away Persibo ke markas Deltras kali ini menjadi laga krusial. Laga penentuan dan pemungkas.
Derbi Jatim sarat gengsi di awal tahun bagi Persibo maupun Deltras. Sama-sama, baik Persibo maupun Deltras butuh kemenangan. Persibo dan Deltras perlu tiga poin untuk memastikan dapat tiket babak delapan besar Liga 2.
Jika Persibo menang lawan Deltras, otomatis klub kebanggaan masyarakat Bojonegoro ini lolos delapan besar. Berbeda dengan Deltras. Bila menang lawan Persibo, pintu delapan besar memang terbuka. Tapi, Deltras masih menunggu laga Persipal Palu. Bila Persipal menang, Deltras kandas.
Persibo Naluri Menyerang, Deltras Pertahanan Kuat
Dua tactician bakal mengutak-atik strategi serang dan bertahan. Kahudi Wahyu Widodo pelatih Persibo maupun Bejo Sugiantoro pelatih Deltras sudah merasakan memanasnya atmosfer jelang laga penentuan ini.
Bejo Sugiantoro tentu tidak ingin kandang Stadion Gelora Delta Sidoarjo ternoda. Stadion itu angker bagi lawan. Begitu pun Kahudi, juga tidak ingin Persibo yang begitu trengginas di babak pertama, melempem di akhir penyisihan grup.
Menimbang dari klasemen Grup 3, Persibo dan Deltras sama-sama berpeluang mengunci posisi runner up. Saat ini, Persibo menduduki posisi itu dengan 23 poin. Deltras berada di posisi keempat dengan 22 poin. Selisih satu poin. Bersaing.
Bercermin klasemen sementara, Persibo bisa dianggap sebagai klub trengginas menyerang. Hanya, rentan dalam barisan pertahanan. Itu bisa dilihat dari 13 laga, Persibo telah mencatatkan 25 gol. Namun, Persibo juga telah kebobolan 14 gol. Masih surplus sebelas gol.
Berarti, barisan striker Persibo cukup membahayakan lawan. Haus gol. Osas Saha striker naturalisasi Persibo telah mencatatkan sembilan gol. Enzo Calestine striker Persibo lainnya, telah mengorbitkan empat gol.
Ferinando Pahabol striker sering bermain di babak kedua juga menyulitkan pertahanan lawan. Pahabol telah mencetak dua gol. Mantan pemain Persik Kediri ini punya amunisi gol berkat daya energi dan kecepatan lari.
Pemain tengah hingga penggawa bek Persibo juga punya naluri mencetak gol. Salah satnya, Vitor Barata. Dia sudah membukukan tiga gol. Barata sebagai pemain pengatur serangan Persibo, tentu bakal dijaga ketat pemain Deltras.
Begitu pun Zabihi Taher, bek Persibo asal Tehran, Iran, ini juga punya naluri mencetak gol. Taher sudah mengoleksi 5 gol. Sundulan kepalanya cukup mematikan bagi kiper. Lima gol Taher, semua dari sundulan kepala.
Nah, Kahudi Widodo tentu mahfum atas kondisi skuad Persibo saat ini. Ganas menyerang, namun rentan di pertahanan. Barisan pertahanan yang suka membantu menyerang, menjadi celah bagi Deltras untuk membobol gawang Persibo.
Kekalahan Persibo dari Persela dan Persipura, juga dipicu dari lengahnya barisan belakang yang kurang solid. Betul, cukup mengkhawatirkan. Padahal, permainan Persibo tidak membosankan. Sudah progresif. Afgresif.
Kini, menunggu racikan Kahudi dengan menata para striker dan sayap Rahel Radiansyah untuk menghadapi tembok The Lobster. Bekal menang 7-0 melawan RANS Nusantara FC pada laga sebelumnya harus menjadi obor bagi Persibo.
Sementara, Deltras dengan formasi 4-3-3, menjadi klub yang solid di barisan belakang. Maklum, tactician Bejo Sugiantoro spesialis pemain bek. Deltras jadi klub paling sedikit kebobolan. Selama 13 laga penyisihan grup, baru dibobol sebelas gol.
Racikan Bejo Sugiantoro dengan pertahanan tangguh ini akan menjadi benteng yang menyulitkan para striker Persibo. Jika bek kuat dan solid, itu bisa membuat striker Persibo putus asa mengeluarkan atau menuntaskan naluri golnya.
Deltras punya kecepatan menyerang dan serangan balik. Thaufan, Sekou, dan Safitra Udu, cukup mengkhawatirkan jika menyusun serangan balik. Tiga striker itu dapat jangkar serangan dari dua pemain tengah gaek, yakni Hariono dan Rendi Irawan–dua pemain asli Sidoarjo.
Namun, rapor Persibo dan Deltras selama 13 laga sama-sama cukup mendebarkan. Persibo menang dua kali, dua seri, dan empat kali kalah. Berbeda dengan Deltras yang mengukir tujuh kali seri, lima kali menang, dan satu kali kalah.
Mengingatkan Sosok Simone Inzaghi dan Jorgen Klopp
Sosok Kahudi Widodo mengingatkan kita pada juru strategi Simone Inzaghi. Pelatih asal Italia itu sukses membawa Lazio dan Inter Milan meraih juara Coppa Italia. Simone Inzaghi dengan gaya kalem atau pendiam. Namun, memiliki strategi menyerang yang hebat.
Begitu pun, sosok Bejo Sugiantoro mengingatkan kita pada Jorgen Klopp, pelatih Liverpool. Jorgen Klopp merupakan mantan pemain belakang, mampu membentuk pertahanan Liverpool begitu kuat digawangi Virgil van Dijk. Klopp dan Liverpool telah mencetak rekor juara.
Nah, duel Deltras dan Persibo ini mengingatkan atmosfer pertemuan dua klub saat final Divisi Utama 2010. Mampukah Persibo mempertahankan memori 15 tahun silam: menekuk Deltras di laga krusial. Atau sebaliknya, Deltras mengukir catatan baru: menggagalkan Persibo lolos babak delapan besar.
Laga Deltras dan Persibo, Sabtu (11/1/2025) sore ini di Stadion Gelora Delta Sidoarjo akan menjadi pembuktian Bejo Sugiantoro dan Kahudi Widodo. Begitu pun, Persibo dengan konsultan Eko Setyawan sebagai anggota Exco PSSI. Sedangkan, Deltras dengan CEO Amir Burhanuddin yang juga Wakil Ketua Asprov PSSI Jatim.
Sidoarjo dan Bojonegoro sama-sama hujan akhir-akhir ini. Cuaca cukup dingin dan sejuk. Namun, atmosfer di atas langit GDS agaknya sedikit menghangat. Sila siapkan air minum dan camilan untuk menonton Deltras versus Persibo. (*)


