BOJONEGORORAYA – Pariwisata di Bojonegoro sangat bergeliat selama masa libur Lebaran. Dikunjungi ribuan wisatawan, para pemudik yang medhayoh ke Bojonegoro.
Objek wisata ramai dikunjungi, di antaranya Dander Water Park di Desa/Kecamatan Dander dan salah satu situs Geopark Bojonegoro, yakni Kahyangan Api di Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem.
Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, kunjungan wisata di Kahyangan Api dan Dander Water Park, membludak sepanjang 1–6 April 2025.
Selama kurun waktu tersebut, tercatat ada 5.190 pengunjung di Kahyangan Api dan 4.510 pengunjung di Dander Water Park. Jadi, total ada 9.700 pengunjung di dua objek wisata dimaksud.
Selain karena musim libur Lebaran, membludaknya kunjungan wisata di dua objek wisata tersebut juga dipengaruhi progresifitas Bappeda Bojonegoro serta Disbudpar Bojonegoro.
Kedua organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Bojonegoro itu saling berkolaborasi. Merancang ke-apik-an pariwisata sekaligus mempromosikannya dengan berbagai cara.
Salah satu cara mempromosikan, dua OPD tersebut menginisiasi adanya Buku Saku Mudik Lebaran di Bojonegoro Membanggakan, jelang hari H Idulfitri atau jelang libur Lebaran.
Buku digarap bersama Bojonegoro Raya — Riset dan Media itu berisi aneka infografis pariwisata dan kuliner di Bojonegoro. Sebuah panduan untuk medhayoh dan berlibur di Bojonegoro.
Kala sudah jadi, buku berwujud digital atau e-book yang diterbitkan Penerbit Anak Bengawan Kreatif tersebut diluncurkan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Minggu (30/3/2025) malam.
Berikutnya, buku disebarkan secara masif dan gratis ke seluruh pejabat dan pegawai Pemkab Bojonegoro, Forkopimda Bojonegoro, dan masyarakat umum–melalui berbagai media sosial.

Kewalahan menghitung pembaca Buku Saku Mudik Lebaran di Bojonegoro Membanggakan. Yang pasti, segenap jajaran Pemkab Bojonegoro hingga tingkat desa, telah mengaksesnya.
Kepala Bappeda Bojonegoro Achmad Gunawan Ferdiansyah mengaku senang atas geliat pariwisata Bojonegoro selama masa libur Lebaran. Menurut dia, itu suatu kelegaan tersendiri.
Ke depan, lanjut dia, Bappeda Bojonegoro akan lebih mengintensifkan kerja sama dengan Disbudpar Bojonegoro dalam merencanakan pembangunan pariwisata di Bojonegoro.
“Terutama, pariwisata yang bersinggungan dengan Geopark Bojonegoro,” tuturnya, Jumat (11/4/2025).
Sebab, pariwisata Geopark Bojonegoro terbilang istimewa. Tidak semua daerah punya. Selain itu, pariwisata Geopark Bojonegoro sarat edukasi. Para wisatawan tidak sekadar mendapat kegembiraan.
“Tapi juga ilmu pengetahuan,” imbuh alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini.
Di sisi lain, konsentrasi membangun pariwisata Geopark Bojonegoro sejalan dengan agenda Pemkab Bojonegoro menaikkan Geopark Bojonegoro yang berstatus nasional, menjadi internasional.
Achmad Gunawan meneruskan, Bappeda Bojonegoro juga membuka pintu bagi siapa saja yang memiliki ide dan gagasan baik terhadap pembangunan pariwisata di Bojonegoro.
“Agar, pembangunan pariwisata di Bojonegoro ini partisipatif. Sesuai harapan publik,” pungkasnya. (sab/kza)


