Geopark Bojonegoro, Membumikan Wisata Warisan Geologi

Oleh: Khorij Zaenal Assrori
Jurnalis Bojonegoro Raya

——————-

GEOPARK menjadi tantangan baru bagi Bojonegoro dalam meracik desain wisata, budaya, dan ekonomi masyarakat. Geopark Bojonegoro yang sudah disentuh sejak 2017, harus kembali bangun. Menjadi angin segar yang semeribit bagi Bojonegoro.

Geopark harus menjadi grand desain menjawab pertanyaan besar: Bojonegoro tidak memiliki wisata gunung dan pantai. Tidak memiliki ombak yang bergulung-gulung di laut. Tidak memiliki hawa dingin trecep-trecep kala malam.

Geopark bukan objek wisata baru. Bukan wisata modern. Bukan mendirikan wisata baru yang megah. Geopark bukan perusahaan-perusahaan minyak dan gas dengan bangunan yang menjulang tinggi. Bukan pula rig atau flare di tambang migas.

Sebaliknya, geopark adalah identitas baru. Wajah baru. Branding baru. Status baru. Sentuhan baru untuk merias wajah wisata dan budaya Bojonegoro. Wajah wisata  yang begitu-begitu, harus di-make-up menjadi cantik atau tampan. Menyegarkan.

Geopark muncul tidak mendadak. Tidak ujug-ujug mengenakan baju baru pada wisata dan budaya Bojonegoro. Sebaliknya, ada proses panjang. Ada riset dan tahapan melelahkan. Melintasi estafet yang harus dilalui langkah demi langkah.

Geopark Bojonegoro Anugerah Tuhan

Geopark adalah anugerah Tuhan. Kawasan yang terdapat geopark, berarti memiliki keberkahan alam. Tidak semua kabupaten atau kota, memiliki geopark. Lalu, nikmat mana yang lagi yang tidak kita syukuri tinggal di Bojonegoro ini.

Geopark merupakan wilayah geografis yang memiliki warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan ragam budaya bernilai tinggi. Geopark mempunyai arti lindung, situs pengembangan ilmu pengetahuan kebumian.

Kebetulan geopark di Bojonegoro ini merupakan objek wisata. Tentu menjadi anugerah bagi wisata Bojonegoro, rebranding menuju wisata kelas dunia. Menjadi daya pikat internasional. Ambisi? Biasanya diiringi ilusi. Butuh realisasi.

Baca Juga :  Masyarakat Harus Pantau MBG, Kawal Kehidupan Generasi Sehat

Anugerah Geopark Bojonegoro ini terdiri dari 16 geosite, tiga biosite, dan delapan culturalsite. Penetapan Geopark Bojonegoro sebagai Geopark Nasional dilalukan Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI) pada 20 November 2017.

Ada 16 geosite menjadi cakupan geopark Indonesia. Meliputi Kahyangan Api, Teksas Wonocolo, Antiklin Kawengan, Negeri Atas Angin, Banyu Kuning, Kedung Maor, Kedung Lantung, Sendang Gong, Gunung Pegat, Undak Bengawan Solo.

Lalu, Gua Fosfat, Bebatuan Bentonite, Gua Soko, Selo Gajah, Watu Gandul, dan Paleontologi Geopark Bojonegoro. Adapun, tiga biosite Geopark Bojonrlegoro yaitu Kebun Belimbing, Penangkaran Rusa, dan Hutan Jati.

Sementara, delapan culturalsite-nya yaitu Kampung Samin Margomulyo, Makam Orang Kalang, Makan Wali Kidangan, Wayang Thengul, Tari Thengul, Wayang Krucil, Tayub Bojonegoro, dan Petilasan Angling Dharmo.

Geopark Bojonegoro Mengangkat Tema Petroleum dan Gas

Genderang sudah ditabuh, tahun ini Geopark Bojonegoro menjalani rangkaian seleksi yang dipanitiai oleh KNGI. Geopark Bojonegoro nerusaha naik kasta ke tingkat internasional. Merebut label UNESCO Global Geopark (UGG).

Geopark Bojonegoro ingin next level menjadi geopark internasional. Seperti Geopark Batur, Gunung Sewu, Gunung Rinjani, Ciletuh, Belitung, Danau Toba, dan beberapa geopark terbaru yang dapat label UGGp pada tahun 2023.

Tim Geopark Bojonegoro yang digawangi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro berusaha sekuat tenaga menuju capaian itu.

Bojonegoro telah memiliki Pusat Informasi Geologi (PIG) Geopark. Hanya, gedungnya masih kosong. Tapi, sabar, saatnya nanti bakal seru isinya. Kolaborasi Kementerian ESDM dan Tim Geopark Bojonegoro akan memberi keseruan gedung tersebut.

Tim Geopark Bojonegoro mengangkat tema Petroleum dan Gas. Tema yang sangat segmented. Berbeda dengan geopark lain di Indonesia yang lebih menekankan pada tema umum. Bergeosite gunung, danau, hingga laut.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro Raup Rp 1,19 miliar dari Sektor Pariwisata

Tema Petroleum dan Gas ini satu-satunya tema geopark di Nusantara. Lagi-lagi, karena Bojonegoro mendapat anugerah dari Tuhan. Memiliki sumber daya minyak yang dihasilkan dari proses geologi bernama fenomena antiklin.

Bojonegoro juga memiliki ragam proses petroleum dan gas. Mulai tambang minyak tradisional di Teksas Woncolo, tambang minyak modern di Lapangan Banyu Urip dioperatori ExxonMobil Cepu Limited, dan tambang gas modern di Lapangan Jambaran Tiung Biru dioperatori Pertamina EP Cepu.

Butuh Promosi dan Keterlibatan Masyarakat Lokal

Fondasi utama Bojonegoro terletak pada kekayaan geologinya. Mulai sumur minyak tua atau di Teksas Wonocolo hingga api abadi di Kayangan Api, dan aneka warisan budayanya yang hidup.

Tapi, kekuatan itu harus diimbangi pengelolaan profesional, promosi konsisten, dan dukungan masyarakat lokal sebagai aktor utama, tidak boleh sekadar penonton. Harua terlibat dan dilibatkan.

Apabila Bojonegoro berhasil menjaga keseimbangan antara pelestarian dan pariwisata, serta menghindari jebakan eksploitasi berlebih, tentu status sebagai geopark internasional bukanlah utopia.

Hal tersebut tentu akan menjadi langkah strategis untuk menjadikan Bojonegoro sebagai contoh keberhasilan pembangunan berbasis potensi lokal dan keberlanjutan. Membanggakan.

Setidaknya, menyamai geopark internasional bukan sekadar ambisi. Melainkan peluang mendefinisikan ulang masa depan Bojonegoro dengan lebih berdaulat, lestari, membanggakan, dan berkelas dunia.

Namun, masih perlu kampanye tentang geopark yang masif. Bagi kalangan akademisi, tentu Geopark Bojonegoro sudah populer. Banyak mahasiswa dan dosen telah meneliti tentang ragam Geopark Bojonegoro.

Tapi, bagi masyarakat Bojonegoro secara umum, masih awam dengan istilah geopark. Tidak heran, ada yang menyebut geopark itu perusahaan tambang minyak yang bikin cuaca panas. Ada juga menyebut, geopark itu tempat wisata baru.

Semalam japrian WhatsApp dengan teman yang tinggal di Wonocolo dan bekerja di minyak sumur tua. Ketika saya tanya geopark, jawabnya: lokasi wisata geopark di mana mas? Kira-kira ada yang bisa bantu menjawabnya? Hehehe. (*)

Baca Juga :  Geopark Bojonegoro Masuk Kandidat sebagai Geopark Internasional Tahun Ini
error: Content is protected !!