BOJONEGORORAYA — Sentra Kerajinan Batik di Desa Jono, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, jadi tujuan kedua Tim Revalidasi Geopark Bojonegoro, Kamis (12/6/2025) pagi.
Di salah satu pusat pelestarian Batik Jonegaran itu, tim revalidasi bertemu dengan para pembatik setempat. Juga puluhan pelajar sekolah yang sedang sinau membatik.
Mirawati Sudjono, salah satu anggota tim revalidasi mengatakan, Sentra Kerajinan Batik di Desa Jono sudah oke sebagai bagian dari Geopark Bojonegoro. Menopang sisi culture dan edukasi.
Produk-produk yang dihasilkan pun bagus. Juga beragam. Tidak sekadar batik tulis saja. Tapi ada batik cap juga. Lain itu, sudah sama menggunakan bahan alami untuk pewarnaannya.

Namun demikian, Mirawati Sudjono berpesan, Sentra Kerajinan Batik itu perlu dipercantik. Estetika tempat patut diperhatikan. Supaya, lebih menarik. Kian sedap dipandang.
“Informasi-informasi di sini juga wajib dilengkapi. Jangan hanya profil umum,” tuturnya.
Misalnya, lanjut dia, perlu ada panel-panel berisi informasi mengenai apa saja motif batik yang diproduksi. Bagaimana history dan maknanya. Serta, seperti apa visual motifnya.
“Kalau ada panel informasi seperti itu kan bagus. Selain bisa jadi hiasan, juga bisa jadi bahan edukasi,” imbuh Mirawati Sudjono.
Lain itu, Mirawati Sudjono mengatakan, pemasaran produk Sentra Kerajinan Batik juga perlu jadi atensi. Pengrajin maupun pemerintah perlu lebih bersinergi untuk memasarkan kerajinan batik.
Perihal pemasaran kerajinan batik tersebut, Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro gencar mengorkestrasikan.
Terdekat, Disbudpar Bojonegoro akan menggelar pameran batik dan kerajinan berskala akbar pada 18–21 Juni 2025 di Alun-Alun Bojonegoro. Tajuknya Bojonegoro Wastra Batik Festival.
Ragam Batik Jonegaran akan dipamerkan dalam event itu. Tamu-tamu dari kabupaten/kota lain akan datang. Jadi, Batik Jonegaran akan menjadi pusat perhatian. Membanggakan. (sab/kza)

