Ada Tiga Geopark Nasional yang Bersaing, Optimisme Geopark Bojonegoro Menembus UNESCO

REVALIDASI Geopark Bojonegoro telah usai. Tim asesor menyebut: membanggakan. Ragam Geopark Bojonegoro dengan 16 geosite, 3 biosite, 8 culture site, menjadi nyala baru kelestarian alam di Jawa Timur dan Indonesia.

Geopark Bojonegoro, menjadi salah satu tiga geopark yang dalam telaah oleh tim geopark nasional. Tahun ini, geopark nasional hanya mengusulkan dua geopark ke UNESCO Global Geopark (UGGp).

Tiga geopark nasional meliputi, Geopark Bojonegoro, Geopark Silokek Sumatera Barat, dan Geopark Sianok-Maninjau Sumatera Barat.

‘’Tahun ini calonnya tiga geopark. Nantinya, yang maju hanya dua. Mari berdoa mudah-mudahan yang satunya geopark Bojonegoro,’’ kata Mirawati Sudjono salah satu tim asesor nasional saat revalidasi di Kahyangan Api, Jumat (13/6/2025) malam.

Banyak catatan dan petujuk selama revalidasi. Tim asesor berharap Pemkab Bojonegoro segera melengkapi. Kekurangan sudah biasa, hanya perlu komitmen dan kesungguhan bagi tim geopark untuk memenuhi.

BAHAGIA: Mirawati Sudjono ikut menari dalam seni musik tayub di Kayangan Api. Tim asesor juga mencoba menari. Foto: Yusab Alfaziqin-Bojonegoro Raya.

Lebur dalam Kenduri Purnama di Kayangan Api

Revalidasi di Kayangan Api pada Jumat malam itu seakan menjadi “kenduri purnama geopark”. Kayangan Api tampak memesona dengan pancaran purnama.

Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo, tim asesor geopark dan Badan Geologi tiada henti tersenyum. Langgam tayub mendetak suasana berirama. Penabuh karawitan menjadi ansambel musik seakan seperti orkestra.

Gending jawa melantun. Enam waranggono atau sinden atau penari berdiri. Beraksi. Rancak. Kedua tangannya meliuk memadukan nada. Selendang dikibas, memutarkan nuansa.

Seni tayub di malam purnama itu menjadi penanda doa. Kobaran api Kayangan Api merombak. Api merah berpadu kuning memancarkan cahaya. Kayangan Api malam itu menjadi bermakna.

Para sinden dengan rambut bersanggul pun usai menari. Berikutnya mengajak Mirawati Sudjono, Meliawati Ang, dan Arief Prabowo, serta tim geopark Bojonegoro menari.

Baca Juga :  Akhir Konflik Warga vs PT Sata Tec Indonesia, Gugatan Class Action Bisa Jadi Opsi

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Andik Sudjarwo, Asisten II Setda Kusnandaka Tjatur, Kepala Disbudpar Welly Fitrama, Kepala Dinas Perhubungan Aan Syahbana, melebur dalam selendang seni tayub di malam purnama Kayangan Api. Luar biasa.

‘’Ternyata menari itu lebih susah daripada menjadi asesor geopark,’’ tutur Mirawati Sudjono dengan tersenyum.

Mirawati terkesima dengan Kayangan Api. Menurutnya, mengibaratkan api tidak pernah berhenti. Seperti semangat Bojonegoro terus maju menatap geopark menjadi UGGp.

‘’Bergarap Bojonegoro menjadui UGGp. Benar-benar nanti membaggakan bagi Indonesia dan dunia,’’ tutur Perempuan tinggal di Jakarta tersebut.

BERI REKOMENDASI: Tim asesor bersama tim geopark Bojonegoro saat revalidasi selama 10-14 Juni 2025. Foto: Yusab Alfaziqin-Bojonegoro Raya.

Tim Asesor Beri Rekomendasi, Menanti Penilaian UNESCO

Setelah menjalani revalidasi sejak Selasa sampai Sabtu (10-14 Juni 2025), tim asesor akan kembali ke Jakarta. Dan, minggu berikutnya akan merapatkan dengan tim nasional.

Menurut Mirawati, selama di Bojonegoro bangga karena selama revalidasi mendaat sambutan para pelajar, bahwa siswa sekolah dasar (SD). Juga, sambutan dari mahasiswa. Terutama sambutan dari bupati dan wakil bupati (wabup).

‘’Terutama ada komunitas (bergerak geopark) jalan. Ada beberapa kekurangan itu biasa. Dan, menjadi sesuatu harus melengkapinya. Berharap dalam waktu dekat rekomendasi dilengkapi,’’ jelasnya.

Persiapan belum rampung. Melewati jalan panjang sebelum memasuki penilaian dari asesor geopark interansional. Nantinya harus ada dialog dari bupati. Tim asesor UNESCO rencana mendatangi akhir Juni atau Juli.

Mirawati mengatakan, masyarakat Bojonegoro harus bersyukur karena memiliki geopark. Tidak semua kota atau kabupaten memiliki geopark. Misalnya, ketika daerah pingin memiliki geopark, tapi alamnya tidak mendukung, tentu juga tidak bisa.

Mirawati juga berpesan atas peran aktif pemerintah daerah, terutama geosite berada di lahan perlu sinergi dengan BUMN hingga Kementerian. (sab/kza)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Bojonegoro Raya (@bojonegoro.raya)

error: Content is protected !!