Panen Semangka Inul di Ladang Gas

SEGAR: Buah semangka hasil panen petani di kawasan Lapangan Gas JTB. Buahnya besar. maksimal. Hasil panen langsung dibeli offtaker. Foto: PEPC untuk Bojonegoro Raya.

Oleh: Khorij Zaenal Assrori
Jurnalis Bojonegoro Raya
______________________

RAHMAT Drajat terkesima. Tersenyum. Mengangkat semangka sampai terasa berat. Satu semangka dengan kisaran 4-5 kilogram (kg).

Jumat (22/8/2025) pagi, Rahmat Drajat ikut panen raya buah semangka. Manager Comm Relations & CID Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 itu tiada henti tersenyum. Panen semangka yang langka bagi kesehariannya. Jadi kenangan.

‘’Terasa berat mengangkatnya (satu semangka). Ini keren sekali,’’ tuturnya saat bertemu di Hotel Aston.

Panen raya semangka ini benar-benar surprise di Jumat berkah. Rahmat Drajat senang, jauh dari Jakarta bisa ikut panen raya di Bumi Rajekwesi-sebutan Bojonegoro. Membelah semangka. Mencicipi. Segar.

Panen semangka di sebuah kawasan hutan petak 52-A1, BKPH Celangap, Perhutani KPH Bojonegoro. Sebuah kawasan hutan yang kering mampu disulap menjadi kebun semangka.

Kawasan hutan yang tidak produktif, mampu menjadi ceruk kebun semangka. Perhutanan sosial. Tumpangsari. Hutan tetap lestari. Bersanding kebun buah semangka.

Yang menyenangkan, semangkanya berukuran besar. Berciri lonjong. Dari sekitar 11 hektare, mampu panen semangka sampai 5 ton.

Semangka inul. Jenis varietas semangka dengan ciri lonjong. Ukuran besar. Kulit buah hijau. Sedikit biji. Kebetulan yang ditanam itu buah semangka dengan daging kuning. Meskipun, ada juga semangka inul merah.

‘’Bagus banget. Saya tidak menyangka (panen semangka ukuran besar). Ikut senang. (PEPC) bisa memberi memberi manfaat. Tidak sekadar gimik. Ini dunia akhirat, lho,’’ tutur Rahmat Drajat dengan senyum. Terkesima.

PANEN RAYA: Para petani LMDH Ngasem Barokah, jajaran Pertamina EP Cepu (PEPC), pendamping Idfos, tokoh masyarakat, dan warga, saat menjalani panen semangka. Terlihat ukuran semangka besar.

Panen Semangka di Lahan Tandus

Rahmat Drajat heran. Kesehariannya di Jakarta, kerap kali melihat semangka itu bunder (bulat, Red). Seperti bola. Namun, panen semangka inul di Bumi Rajekwesi ini, bentuknya lonjong. Heran.

Lelaki pernah bekerja di Chevron tersebut menyebut, panen semangka di kawasan hutan sekitar lapangan gas Jimbaran Tiung Biru (JTB) itu sebuah jejak. Bahwa, perusahaan memberikan ekonomi kepada masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Dunia Berutang pada Bojonegoro, Episentrum Penelitian Petroleum

PEPC memberikan kail kepada masyarakat di sekitar eksplorasi gas. Lalu, tumbuh tunas penghasilan. Ekonomi berjalan. Membantu memberikan mata pencaharian. Memfasilitasi untuk kehidupan lebih layak.

Perkebunan semangka ini sebuah ikhtiar. Bertani selain padi. Di tanam kering tidak produktif. Berhasil. Tentu, Rahmat Drajat berobsesi ke depan akan mengembangkan lagi. Baik kuantitas maupun kualitas.

Lahan masih banyak. Masih sebagian yang dipakai untuk bertanam semangka. Jalan bertanam semangka bakal merambat. Seperti batang pohon semangka yang panjang dan menjalar.

DIBELI OFFTAKER: Para petani saat membantu memasukkan semangka ke bak truk. Hasil panen yang maksimal tersebut seketika dibeli oleh offtaker.

Petani Heran Lahan Kering Bisa Berbuah Semangka

Wiji salah satu petani awalnya belum pernah bertanam semangka atau buah. Petani tinggal tidak jauh dari kawasan Lapangan Gas JTB itu biasanya bertanam jagung. Belum pernah terngiang sama sekali bertanam semangka.

Menjadi tantangan tersendiri setelah mendapat dorongan dari Pertamina EP Cepu (PEPC) untuk bertanam buah semangka. Berdasar riset dan kajian. PEPC mengajak Idfos (salah satu organisasi sosial) untuk mendampingi para petani.

Tantangan lainnya karena lahan kering awalnya hutan itu hanya sekitar 300 meter dari Lapangan Gas JTB. Tekad. Kemauan dan berani mencoba membuat petani bersemangat.

‘’Awalnya ya heran. Lahan kering bertanam buah. Serasa mustahil bisa panen dan semagka berbuah besar,’’ tutur petani jadi ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah tersebut.

Wiji mengatakan, lahan yang ia tanam awalnya semak belukar. Rerumputan. Kering. Terlebih baru kali pertama ini bertanam semangka.

Sistem pertaniannya juga mengedepankan teknologi. Tanaman buah terutama butuh asupan air. Tidak boleh telat pasokan air. Sementara lahan di kawasan hutan yang kering. Rentan kekeringan atau krisis air.

‘’Pasokan air dari sumur bor. Padahal di kawasan hutan yang kering. Kami mendapat bantuan dari PEPC untuk listrik tenaga surya. Ada toren (penampung air). Dan air berkecukupan untuk tanaman semangka. Hasilnya air tercukupi. Panen memuaskan,’’ tutur petani berusia 55 tahun tersebut.

Baca Juga :  Berbeda Matlak, Berbeda Puasa

Wiji bersama petani di LMDH Ngasem Barokah memulai bertanam sejak Juni 2025. Bibit semangka jenis maduri bantuan dari PEPC. Bermula penyemaian sekitar tujuh hari. Seminggu berlalu, dipindah di lahan.

Pemupukan rutin. Setiap seminggu. Pemakaian pupuk berdasar takaran. Targetnya tanaman 65 hari ke depan sudah panen. Hasilnya sesuai rencana. Panen.

Petani LMDH Ngasem Barokah yang bertanam semangka sekitar delapan orang. Satu petani ada yang bertanam seribu bibit semangka. Ada juga yang bertanam 600 bibit semangka.

‘’Biar maksimal satu batang satu buah. Biar semangka berbuah besar,’’ ujar petani tinggal di Dusun Besaran, Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro.

Semangka besar. Segar. Membuat hasil panen segera dibeli oleh offtaker. Datang pihak Laskar Buah, offtaker buah asal Bojonegoro memiliki jaringan 150 outlet buah di kota-kota di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Truk-truk datang ke lahan pertanian. Semangka ditimbang. Hasil panen ditebas semua. Tuntas. Petani tersenyum.

MEMBANGGAKAN: Penimbangan satu per satu semangka saat panen. Petani semangka dekat lapangan gas JTB ini bertanam pada Juni dan Agustus 2025 sudah panen.

Jajaki Offtaker dan Penjadwalan Masa Tanam

Rahmat Drajat teringat saat masih kerja di Chevron. Beroperasi di Kalimantan. Kebetulan saat itu, bertugas di manajer logistik. Tentu, membawahi suplai ragam buah untuk keperluan katering perusahaan.

Saat itu suplai buah dan bahan katering, mendahulukan warga sekitar operasi perusahaan. Petani lokal. UMKM setempat. Pedagang sekitar.

Nah, Rahmat Drajat memiliki angan. Obsesi. Bahwa, semangka inul yang segar dari Bumi Rajekwesi di kawasan hutan Celangap ini berpeluang menjadi pasokan ke perusahaannya. Menangkup potensi lokal.

Panen penuh kejutan. Di akhir panen tiba offtaker Laskar Buah. Offtaker lokal yang memiliki lebih 150 outlet buah. Offtaker dari Kecamatan Kalitidu itu siap bersinergi.

Siap membeli semangka hasil panen. Diskusi. Kolaborasi. Gagasan untuk integrasi. Penjadwalan masa tanam. Ketika saat panen, harga semangka tidak jatuh.

Baca Juga :  Persibo Bojonegoro Kalah di Atas Kertas

Penjadwalan masa tanam agar harganya tinggi. Terutama, saat panen bertepatan puasa Ramadan dan Lebaran. Harga semangka bisa tinggi. Untung berlipat.

Rahmat Drajat menyambut baik penjadwalan masa tanam. Selama ini, kala panen, petani menjual ke pengepul. Harga panen basah ke pengepul sekitar Rp 6.000 per kilogram.

Rahmat Drajat pun kaget. Termangu. Padahal, di Jakarta, rerata membeli semangka, satu kilogram bisa lebih Rp 15.000. Terpaut tinggi dengan hasil panen petani. Eman.

Perlu ada upaya dan terobosan agar petani bisa untung banyak. Memperpedek mata rantai. Petani bisa sekaligus bikin konter atau outlet sendiri. Bisa menjual sendiri. Atau kerja sama menyuplai ke perusahaan, katering, hotel, kafe, hingga rumah makan.

Semangka Bojonegoro Jadi Cerita di Ibukota

Pukul lima sore, Rahmat Drajat sudah di Stasiun Bojonegoro. Bertolak ke Jakarta. Bercelana jins, berkemeja hijau tosca, Rahmat Drajat tersenyum. Panen semangka di Bumi Rajekwesi ini akan menjadi cerita di ibukota.

Rahmat Drajat kelihatannya membawa semangka naik kereta. Membawa ke Jakarta. Tampaknya, sosok manajer PEPC ini sungguh terkesima dengan panen semangka.

Syukur-syukur, bila semangka inul yang tumbuh berbuah di sekitar lapangan gas Jambaran Tiung Biru (JTB) itu bisa dipasarkan di Jakarta. Sungguh, semangka inul ini nikmatnya begitu terasa. (*/kza)

error: Content is protected !!