Desain Pasar Kota Didiskusikan Bareng Pedagang, Ada Eskalator, Taman, dan Jembatan Penghubung

DISKUSI DESAIN: Para perwakilan pedagang mengikuti Sosialisasi Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro. Pertemuan gayeng di aula dinas PKPCK, Kamis (19/2/2026). Foto: Khorij Zaenal Assrori/Bojonegoro Raya.

BOJONEGORORAYA – Desain pembangunan Pasar Kota Bojonegoro didiskusikan bersama pedagang. Desain awal. Masih akan ada revisi. Konsep desainnya menjadi modern. Ada eskalator. Tiga lantai. Dan, taman.

Pasar berada di tepi Bengawan tersebut berpadu taman. Menangkup ruang terbuka hijau (RTH). Ada jalan memutari pasar. Semua sudut pasar seluas 18.236 meter persegi tersebut bisa diakses.

Rencana ada jembatan penghubung antara Pasar Kota dengan Alun-Alun Bojonegoro. Juga, jembatan penghubung pasar modern tersebut dengan Taman Bengawan Solo (TBS).

Masih akan ada pertemuan lanjutan. Bersambung. Ada sekitar 50 pedagang mengikuti Sosialisasi Rencana Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro, Kamis (19/2/2026) tersebut. Berlangsung gayeng di Aula dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya (DPKPCK).

‘’Desain ini sudah didiskusikan bareng Bupati. Serta lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Agenda berikutnya giliran sosialisasi bersama pedagang,’’ tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Bojonegoro Edi Susanto saat memberi pengarahan.

Menurut Edi, desain akan ada jembatan penghubung. Pasar Kota ini akan terkoneksi dengan Alun-Alun Bojonegoro. Juga, terhubung dengan TBS. View bengawan.

‘’Mungkin akan menjadi satu-satunya di Indonesia, yakni pasar tradisional terkoneksi dengan alun-alun,’’ tutur mantan sekretaris DPRD (sekwan) tersebut.

BERI ARAHAN: Sekda Edi Susanto memberi gambaran secara umum dalam sosialisasi Pembangunan Pasar Kota Bojonegoro. Didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UM Retno Wulandari. Foto: Agus Susanto Rismanto.
Kepala Dinas PKPCK Satito Hadi (kiri) bersama Kabid Tata Bangunan Benny Kurniawan menjawab pertanyaan dan usulan dari pedagang. Foto: Khorij Zaenal Assrori/ Bojonegoro Raya.

Edi mengatakan, desain awal konsepnya hanya tangga biasa untuk menuju lantai dua maupun tiga. Akhirnya, mengakomodir masukan, dan desain baru ini adanya eskalator atau tangga berjalan.

‘’Semoga selama Ramadan ini merampungkan administrasi perencanaan atau pra-pengerjaan. Dan, berlanjut (tender) usai Lebaran,’’ tutur mantan Lurah Ledok Kulon tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Satito Hadi mengatakan, pembangunan ini mendorong Pasar Kota Bojonegoro menjadi modern. Terutama, arah ke depan menggairahkan pasar di tengah digitalisasi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Retno Wulandari juga hadir. Menyapa pedagang.

Baca Juga :  Menteri Sosial Gus Ipul Kunjungan Kerja ke Bojonegoro, Sosialisasi Pemutakhiran DTSEN

Beberkan Desain, Berharap Masukan

Layar LCD menyala. Presentasi tentang desain awal Pasar Kota mulai dibuka. Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan Dinas PKPCK Benny Kurniawan memulai presentasi.

Benny mempresentasikan memilih berdiri dekat pedagang. Lebih akrab. Memaparkan konsep penataan kios dan los pedagang. Mulai lantai satu, dua, hingga tiga.

Pasar, taman, hingga konsep modern menjadi kesatuan. Luas lahan pasar 18.236 meter persegi. Dinas PKPCK akan mempartisi lahan. Rencananya, 12.740 meter persegi berupa bangunan. Sisanya 4.633,2 meter persegi merupakan taman atau ruang terbuka hijau.

PRESENTASI: Kabid Tata Bangunan Dinas PKPCK Benny Kurniawan membeberkan data dan rencana awal pembangunan Pasar Kota Bojonegoro.

Menurut Benny, lantai satu terdapat 483 kios dan los. Kios lantai dasar ini ada dua tipe. Meliputi 36 kios ukuran 4×5 meter. Dan, 2 kios dengan 3×3,5 meter. Sedangkan, sebanyak 413 los tipe 2×3,5 meter. Serta, 32 los berkonsep 3×3,5 meter.

Sementara, lantai dua terdapat 499 kios dan los. Meliputi, 22 kios ukuran 4×5 meter dan 38 kios ukuran 3×3,5 meter. Sedangkan, los ukuran 2×3,5 meter sebanyak 413 bidak. Serta, 26 los ukuran 3×3,5 meter.

Lantai tiga, total ada 498 kios dan los. Meliputi 20 kios. Serta, 398 los ukuran 2×3,5 meter. Sementara los ukuran 3×3,5 meter ada 80 bidak. Total keseluruhan kios dan bidak tiga lantai 1480 tempat berdagang.

Kabid Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Budi memberi penekanan agar jumlah kios dan los menyesuaikan data pedagang. Korelasi ini agar semua pedagang tertampung.

Agus Susanto Rismanto, kuasa hukum Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Pasar Kota Bojonegoro mengatakan, pedagang perlu berembug lagi terkait desain yang dipaparkan.

Sehingga, perlu ada pertemuan lanjutan agar lebih terkonsep. Setidaknya, menampung usulan jumlah kios. Sebab, dari usulan desain dinas PKPCK, jumlah kios masih kurang.

Baca Juga :  THR ASN 2026 Pemkab Bojonegoro Tunggu PP, Tahun Lalu Rp 59 miliar

Menurut Gus Ris, sapaannya, pedagang juga butuh berembug terkait klasterisasi atau pengelompokan berjualan. Ini ranah pedagang dan perlu berdiskusi dengan dinas perdagangan.

CERUK EKONOMI: Salah satu sudut perdagangan Pasar Kota Bojonegoro. Setiap hari perputaran uang di pasar yang menjad ikon ini cukup besar. Foto: Khorij Zaenal Assrori/Bojonegoro Raya,

Beri Usulan Desain Semi-Mal

Ketua Paguyuban Pedagang Pedagang Pasar Tradisional Pasar Kota Bojonegoro Khorij Zaenal Assrori menambahkan, desain yang ditawarkan berpadu estetika, ekonomi, dan pusat belanja.

Namun, perlu ada daya tarik tersendiri setiap lantai. Misalnya, lantai satu menjadi dasar atau magnet. Lantai dua agar tertarik bagaimana dikonsep semi-mal. Sedangkan, lantai tiga megah dengan view bengawan.

‘’Misalnya, Pasar Wonokromo kini menjadi Darmo Trade Center (DTC) Surabaya, lantai bawah berupa pedagang basah. Lantai dua dan ke atas dikonsep mal. Sehingga Bojonegoro tidak perlu bikin mal lagi. Alasannya, Pasar Kota desainnya selayaknya mal,’’ tuturnya.

Desain modern, tutur Khorij, seakan keharusan agar sisi sustainable jual beli Pasar Kota Bojonegoro terjaga hingga mendatang. Cukup beralasan, karena Pasar Kota Bojonegoro sudah dikepung swalayan, toko modern, dan minimarket.

Sementara itu, secara estafet beberapa pedagang menyampaikan uneg-uneg. Mulai konstruksi bangunan harus kuat. Kokoh. Pedagang tidak ingin, bangunan mudah bocor hingga rusak.

Juga, usulan pedagang basah berada di lantai bawah. Pedagang daging ayam dan sapi, butuh air. Masukan pembangunan musala. Hingga pojok anjungan tarik mandiri (ATM).

Gerimis turun. Sekitar pukul 14.30 pertemuan sosialisasi berakhir. Kondusif. Satito tersenyum dan menanti kabar hasil pertemuan lanjutan antara pedagang dan dinas perdagangan dalam meramu penataan kios dan los. Pertemuan bersamaan awal Ramadan ini berkesan. (sab/kza)

error: Content is protected !!