Angkutan Pelajar Gratis Akan Kembali, Tidak Didanai Korporasi Lagi

Angkutan Pelajar Gratis - Bojonegoro Raya
ANTUSIAS: Sejumlah siswa menilik mobil Angkutan Pelajar Gratis. Saat program ini di-launching medio 2024. (Foto: Pemkab Bojonegoro)

Program Angkutan Pelajar Gratis yang menghilang, akan kembali datang. Dulu dibiayai korporasi. Kali ini didanai birokrasi. Tidak perlu kelimpungan lagi.

BOJONEGORORAYA – Reva menggerutu. Dua pekan berlalu, harus merogoh kocek lagi untuk naik mobil angkutan guna pulang-pergi ke sekolah. Siswa MtsN 1 Bojonegoro itu berharap, program Angkutan Pelajar Gratis yang memudahkannya, beroperasi kembali.

‘’Saya bisa naik mobil angkutan secara gratis kalau ada program itu. Pak Bupati (Pj Bupati Adriyanto, red) tolong (program Angkutan Pelajar Gratis, red) diadakan lagi,’’ tuturnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (20/1/2025) siang.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Andik Sudjarwo memastikan, program Angkutan Pelajar Gratis yang diinisiasi pihaknya tersebut akan dilangsungkan lagi tahun ini. Kapan? Selekasnya. Terkini, sedang disiapkan administrasinya.

‘’Pokoknya, begitu (program Angkutan Pelajar Gratis, red) sudah siap, akan direalisasikan,’’ ujarnya kepada Bojonegoro Raya, Senin (20/1/2025) sore.

Andik meneruskan, realisasi program Angkutan Pelajar Gratis tidak jauh berbeda dengan realisasi perdananya sepanjang akhir 2024. Yakni, tetap melibatkan mobil penumpang umum (MPU) dan elf dari Organisasi Angkutan Darat (Organda) Bojonegoro.

‘’Namun, jangkauannya diproyeksi lebih luas. Temponya juga lebih lama,” terang pejabat asal Malang itu.

Andik meneruskan, dana realisasi program Angkutan Pelajar Gratis tahun ini tidak bersumber dari anggaran corporate social responsibility (CSR) seperti realisasi sebelumnya. Melainkan, dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Bojonegoro 2025.

‘’Dananya sudah teralokasi di APBD tahun ini. Tidak perlu mencari. Tinggal menyerap saja,’’ imbuh lulusan Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) tersebut.

Berapa alokasi dana Program Angkutan Pelajar Gratis itu? Andik belum menyebutkan. Perihal tersebut akan dikemukakan ketika sudah saatnya. Persisnya, kala program Angkutan Pelajar Gratis itu sudah terealisasi lagi.

‘’Saat realisasi akhir 2024 lalu, total dananya sekitar Rp 708 juta,’’ lanjut mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro tersebut.

Dana kurang lebih Rp 708 juta itu, ungkap Andik, berasal dari anggaran CSR dua korporasi. Yakni, Bank Jatim Cabang Bojonegoro dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro–salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) Bojonegoro.

“Anggaran CSR Bank Jatim Cabang Bojonegoro untuk program Angkutan Pelajar Gratis, dulu sekitar Rp 444 juta. Sementara BPR Bojonegoro Rp 264 juta,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pj Sekda Bojonegoro Berganti, Kini Dijabat Andik Sudjarwo


Anggaran CSR Bank Jatim Cabang Bojonegoro digunakan untuk realisasi program Angkutan Pelajar Gratis tahap pertama. Mulai 1 Oktober-13 November 2024. Sedangkan, anggaran CSR BPR Bojonegoro tahap kedua. Sejak 14 November-akhir Desember 2024.

“Program Angkutan Pelajar Gratis pada 2024 lalu tidak didanai APBD karena merupakan program baru. Dan, sifatnya uji coba,” tutur pejabat sempat berdinas di Kecamatan Sekar, Bojonegoro itu.

Organda Siap Menjadi Mitra Lagi

BENTUK awak maupun fungsi segenap suku cadang 91 elf dan MPU beroperasi dalam program Angkutan Pelajar Gratis akhir 2024 lalu, terbukti layak beroperasi. Aman melayani pelajar. Hal itu ditegaskan Ketua Organda Bojonegoro Suyanto.

“Elf maupun MPU kami libatkan untuk program Angkutan Pelajar Gratis, juga tidak ada yang pernah mangkir dari uji KIR,” tutur Suyanto kepada Bojonegoro Raya, awal Januari 2025.

Selama beroperasi dalam Angkutan Pelajar Gratis, pria berusia 72 tahun ini mengklaim mesin puluhan elf dan MPU miliknya maupun milik para sejawatnya di Organda Bojonegoro tidak pernah mogok. Atau, salah satu suku cadang primernya mengalami malfungsi berarti.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh @humaskabbojonegoro


“Secara umum, para pelajar pengguna Angkutan Pelajar Gratis mengaku nyaman. Kami mensyukuri penilaian mereka. Lebih dari itu, kami amat bersyukur atas realisasi program ini. Kami siap menjadi mitra lagi,” jelasnya.

Menurut Suyanto, program Angkutan Pelajar Gratis membantu para pelaku usaha angkutan berikut para sopirnya. Sebelum ada dan terlibat program Angkutan Pelajar Gratis, mereka kerap pusing. Minat masyarakat naik angkutan umum sudah rendah. Tidak seperti dulu.

“Para pelajar belum cukup umur juga diantar orang tua ke sekolah. Mereka ada juga naik motor sendiri pulang-pergi ke sekolah. Itu sebetulnya kan pelanggaran,” imbuhnya.

Akibat program Angkutan Pelajar Gratis, terang Suyanto, para pelajar belum cukup umur pulang-pergi ke sekolah diantar orang tuanya maupun naik motor sendiri, telah beralih. Mau naik elf dan MPU pihaknya yang gratis, imbas program Angkutan Pelajar Gratis.

Baca Juga :  Pemkab Bojonegoro segera Perbaiki Jalan Desa Napis, Pakai Dana CSR

“Kami memang tidak mendapat uang dari para pelajar. Kami dapat uangnya dari mengklaim barcode mereka. Tapi, sama saja. Sama-sama dapat penghasilan,” tuturnya.

Pria tinggal di Kelurahan Mojokampung, perkotaaan Bojonegoro ini berharap program Angkutan Pelajar Gratis lekas dilanjutkan pada 2025. Selain sudah nyata terbukti bermanfaat untuk pelajar, program itu juga terang membantu para pelaku usaha angkutan berikut para sopirnya.

“Kami bisa bekerja sama secara profesional. Juga bersedia selalu merawat elf dan MPU kami agar selalu layak operasi,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polres Bojonegoro Ipda Septian mengemukakan, program Angkutan Pelajar Gratis patut dilanjutkan. Bisa meminimalisir pelanggaran lalu lintas kategori pengendara motor di bawah umur atau pelajar.

“Para pelajar belum cukup umur tidak perlu naik motor lagi. Bisa gunakan mobil angkutan dalam program Angkutan Pelajar Gratis itu. Imbasnya, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas pelajar tentu berkurang,” terangnya.

Septian mengimbau, para pelaku usaha angkutan senantiasa memperhatikan elf maupun MPU-nya dalam program Angkutan Pelajar Gratis. Kelayakan armada harus diatensi betul. Setiap potensi malfungsi atau kerusakan suku cadang, harus lekas ditangani.

“Agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan di jalanan, saat melayani para pelajar,” tutur mantan intel di Satuan Intelijen dan Keamanan Polres Bojonegoro tersebut.

Refleksi dari Realisasi

PROGRAM Angkutan Pelajar Gratis mulai diluncurkan 1 Oktober 2024. Beroperasi di empat rute. Meliputi Bojonegoro-Baureno, Bojonegoro-Padangan, Bojonegoro-Temayang, dan seputar perkotaan Bojonegoro. Episentrum empat rute itu Terminal Rajekwesi Bojonegoro.


Kepala Bidang Angkutan Dishub Bojonegoro Muhammad Aris Hidayatullah mengatakan, waktu itu, program Angkutan Pelajar Gratis mengaver pelajar di dua jenjang pendidikan. SMP sederajat dan SMA sederajat. Untuk jenjang SD sederajat, belum terkaver.

Mula-mula, jumlah pelajar dikaver program Angkutan Pelajar Gratis dipatok Dishub Bojonegoro sekitar 509. Jumlah perjalannya dua kali lipat. Sekira 1.038 kali pulang-pergi. Sekitar 509 pelajar itu terkaver by system Dishub Bojonegoro yang dipanjangtangankan ke sekolah.

‘’Para pelajar daftar ke sistem (program Angkutan Pelajar Gratis, red) melalui sekolahnya masing-masing. Pelajar terdaftar punya akun dan barcode,’’ jelas Aris ditemui Bojonegoro Raya, awal Januari 2025.

Baca Juga :  Makan Bergizi Gratis, dari Taman Rajekwesi ke Penjuru Bumi Rajekwesi

Barcode dimaksud, lanjut Aris, lantas dicetak berupa kartu. Nah, kartu menampilkan barcode itu dipakai pelajar untuk menumpang mobil Angkutan Pelajar Gratis. Persisnya, barcode itu di-scan sopir mobil Angkutan Pelajar Gratis. Lalu diklaim sebagai pembayaran pelajar.

‘’Organda Bojonegoro selaku mitra, melakukan klaim pembayaran seminggu sekali. Kami transfer uang membayar mereka seminggu sekali itu,” terangnya.

Aris melanjutkan, sejumlah patokan program Angkutan Pelajar Gratis meleset dari perkiraan ketika program itu baru berjalan sepekan. Paling kentara, pelajar ingin dikaver program Angkutan Pelajar Gratis banyaknya tidak 509 saja. Perlahan, jumlah pelajar terkaver meningkat. Membengkak.

“Sampai Desember 2024, jumlah pelajar terkaver program Angkutan Pelajar Gratis tidak kurang dari 1.500. Meningkat tiga kali lipat. Jumlah perjalanannya sekitar 3.000 kali pulang-pergi,” ungkapnya.

Untuk kaver jumlah pelajar dan jumlah perjalanan yang membengkak tiga kali lipat itu, Dishub Bojonegoro menambah jumlah mobil angkutan. Jika di awal melibatkan 74 mobil angkutan, Desember 2024 sudah melibatkan 91 mobil angkutan. Jadi, ada penambahan 17 mobil angkutan. Penambahannya perlahan.

“Jenis mobil angkutan tambahan itu sama seperti awal. Yakni, elf atau MPU yang sehari-hari juga dioperasikan secara konvensional atau umum,” tutur pejabat muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) itu.

Jadi, Aris mengklaim, program Angkutan Pelajar Gratis tidak mengganggu atau menyaingi para pelaku usaha angkutan elf dan MPU yang selama ini beroperasi secara umum. Justru, mereka terlibat aktif. Terbantu oleh realisasi program Angkutan Pelajar Gratis.

“Peningkatan jumlah pelajar terkaver dan jumlah mobil angkutan, tentu diikuti peningkatan beban anggaran. Itu sudah rumus. Tapi alhamdulillah, anggarannya waktu itu tersedia. Meski sempat di luar perkiraan,” imbuhnya.


Adapun, Aris mengungkapkan, sejak 1 Oktober 2024 hingga akhir Desember 2024, program Angkutan Pelajar Gratis paling banyak mengaver pelajar SMP sederajat. Alias, para pelajar SMP sederajat itulah pengguna paling banyak. Jika dipersentase, sekitar 80 persen.

“Sementara rute Angkutan Pelajar Gratis paling ramai, ada di wilayah timur. Yakni, Bojonegoro-Baureno. Rute itu paling ramai digunakan pelajar. Persentasenya sampai 69 persen,” pungkasnya. (sab/kza)

error: Content is protected !!