Empati dan Histori di Balik Mandat Memimpin Sekolah Rakyat

PENERIMA MANDAT: Muhammad Shobirin saat mengikuti Retret Kepala Sekolah Rakyat di Jakarta, awal Juli 2025 lalu. (Foto: Istimewa)

Muhammad Shobirin ditunjuk menjadi Kepala Sekolah Rakyat. Tekadnya kuat. Berangkat dari empati dan histori.

BOJONEGORORAYA – Gagasan Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di berbagai daerah se-Indonesia, membuat Muhammad Shobirin terkesima.

Dia sepakat, sekolah untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu itu solusi purna guna memberi pendidikan ideal bagi mereka yang terlahir dari keluarga prasejahtera. Hatinya lega.

Pria akrab disapa Shobirin itu semakin lega ketika Bojonegoro menjadi salah satu daerah yang dipilih Kementerian Sosial (Kemensos) untuk realisasi Sekolah Rakyat tahap pertama.

Dia pun berkenan ketika diminta mendaftar dalam seleksi tenaga pengajar dan manajerial Sekolah Rakyat yang diselenggarakan Kemensos pada Juni 2025 lalu. Tidak berpikir kelewat panjang.

‘’Saya ikut seleksi Kepala Sekolah Rakyat sekitar awal Juni 2025. Pesertanya sepuluh orang,’’ ujarnya saat ditemui Bojonegoro Raya di salah satu kedai kopi turut perkotaan Bojonegoro, Minggu (13/7/2025) malam.

Setelah melalui aneka bentuk seleksi, pria kelahiran 1983 itu ternyata diterima. Dia resmi ditunjuk menjadi Kepala Sekolah Rakyat Bojonegoro pada pengujung Juni 2025.

‘’Alhamdulillah. Ini mandat yang tidak disangka-sangka. Amanah yang mesti saya tunaikan,’’ tutur pria asal Nganjuk yang kini berdomisili di Desa Sukorejo, perkotaan Bojonegoro tersebut.

Magister pendidikan biologi lulusan Universitas Negeri Malang (UNM) itu meneruskan, ada satu misi yang akan getol diperjuangkan di Sekolah Rakyat Bojonegoro mendatang.

Misi dimaksud, terang Shobirin, terkait menata mental dan karakter murid Sekolah Rakyat. Mereka semua dari keluarga kurang mampu. Mental dan karakaternya cenderung inferior. Tidak percaya diri. Serupa dia di masa lalu.

‘’Saya lahir dari keluarga kurang mampu. Penerima raskin (beras miskin, red) bantuan pemerintah. Jadi, penuh keterbatasan dalam menempuh pendidikan,’’ kenangnya.

Baca Juga :  Wabup Nurul Azizah: SiLPA Rp 3,6 Triliun untuk Hadapi Penurunan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat

Keadaan terbatas itu, lanjut Shobirin, membuatnya tidak percaya tentang masa depan cerah. Tidak berani bercita-cita. Menilai tempuhan pendidikan akan berujung percuma. Tetap kalah dengan mereka yang diasuh keluarga kaya.

‘’Begitu pemikiran saya sewaktu kecil. Ternyata, itu salah besar. Saya bisa survive dan maju karena menempuh pendidikan. Ini yang akan saya tanamkan kepada murid-murid Sekolah Rakyat,’’ tandasnya.

Pria yang sementara ini juga masih aktif sebagai Wakil Kepala (Waka) Kesiswaan SMAN 1 Balen, Bojonegoro itu optimis, murid Sekolah Rakyat yang dapat terlepas dari inferioritas akan lebih maju.

‘’Bisa lebih percaya diri, dapat belajar dengan sungguh-sungguh, mampu mengangkat martabat diri sendiri serta keluarga. Sebab, begitulah riwayat saya, histori saya,’’ imbuhnya.

Magister pendidikan biologi yang sempat menempuh studi di Tiongkok itu meneruskan, kini Sekolah Rakyat Bojonegoro sedang bersiap. Sudah hampir klir. Tinggal menunggu rampung penataan gedung.

‘’Untuk guru, saat ini sudah ada. Total, ada 17 guru, sesuai jumlah mata pelajaran. Mereka masih muda-muda. Merupakan para sarjana yang juga lulusan PPG (Pendidikan Profesi Guru, red),’’ terangnya.

Sebanyak 17 guru berkompeten itu, kata Shobirin, akan mengurus 100 murid jenjang SMA di Sekolah Rakyat. Dibantu satu bendahara, satu operator, satu pegawai tata usaha, empat wali asrama, dan sepuluh wali asuh.

‘’Sekolah Rakyat ini boarding school. Berasrama. Ada guru dan walinya. Itu salah satu keidealan sekolah ini. Pendidikan untuk murid bisa lebih intens. Tidak hanya di kelas saja,’’ imbuh mantan guru di SMP dan SMA Ar-Rahmat Bojonegoro itu.

Lebih lanjut, magister pendidikan biologi yang sebelumnya merupakan sarjana ilmu serupa lulusan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu berharap, banyak pihak mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat Bojonegoro.

Baca Juga :  Data Warga Miskin Bojonegoro Bakal Dipampang di Balai Desa

‘’Semata, agar Sekolah Rakyat Bojonegoro ini senantiasa berjalan sebagaimana tujuan. Sesuai harapan Presiden Prabowo,’’ pungkas pria yang juga Guru Penggerak Jawa Timur angkatan lima itu.

Sebagaimana diketahui, Sekolah Rakyat Bojonegoro berlokasi di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Bojonegoro. Menempati Gedung Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bojonegoro.

Plt. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Bojonegoro Agus Susetyo Hardiyanto menyebut, Sekolah Rakyat Bojonegoro diproyeksi mulai beroperasi akhir Juli 2025. Sementara, untuk jenjang SMA. Muridnya 100, terbagi empat kelas.

Adapun, Dinsos Bojonegoro memastikan, 100 murid Sekolah Rakyat Bojonegoro angkatan pertama itu berasal dari keluarga kurang mampu. Dipilih mengacu Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025. (sab/kza)

error: Content is protected !!