Deltras Sidoarjo gagal menekuk Persibo Bojonegoro. Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS) membara. Amir Burhanuddin ‘’murka’’. Skor laga masih tanda tanya.
BOJONEGORORAYA – Menit 94. Osas Saha ter-geragap menerima umpan spontan dari free kick mengejutkan. Tapi dia tetap bisa mengendalikan. Bola digocek memasuki kotak penalti Deltras Sidoarjo.
Dengan mantap, Osas Saha lalu melepaskan tendangan dari kotak 16 itu. Bola melesat deras. Mengecoh Panggih Prio. Membentur tiang atas gawang Deltras Sidoarjo. Memantul. Memuntah ke depan gawang Deltras Sidoarjo.
Dari belakang, Amir Hamzah nyelonong ke depan gawang Deltras Sidoarjo. Pemain Persibo Bojonegoro itu menyambar bola muntah tersebut dengan tandukan trengginas. Bola pun melesak, masuk ke gawang Panggih Prio. Gol.
View this post on Instagram
Akibat aksi Amir Hamzah itu, gol Deltras Sidoarjo dicetak Emerson Carioca pada menit 8 jadi hilang arti. Skor 1-1. The Lobster gagal menang dalam laga krusial di Stadion Gelora Delta Sidoarjo (GDS), Sabtu (11/1/2025) sore itu.
Para pemain dan official Deltras Sidoarjo, marah. Menilai gol Amir Hamzah tidak sah. Selain free kick Persibo Bojonegoro terlampau mengejutkan, Osas Saha penerima umpan soloran free kick itu juga dianggap offside.
Untuk menyalurkan kemarahan, beberapa pemain serta official Deltras Sidoarjo menyemburkan protes, mengejar, dan mengintimidasi wasit Idfi Akbar Patha berikut perangkat pertandingan yang lain. Suasana GDS menegang.
GDS memitam-mencekam. Emosi membara. Kericuhan menyala. Beberapa pemain Persibo Bojonegoro berupaya meredam amarah skuad Deltras Sidoarjo. Tapi justru ikut diamuk, digebuk, terluka, darah mengucur.
Ujungnya, laga Grup 3 Liga 2 antara Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro itu “berakhir tapi tidak selesai”. Wasit ogah melanjutkan. Padahal, tempo laga kurang sekian detik saja. Kericuhan juga sudah mereda.
Dengan akhir laga yang sementara berskor imbang 1-1, Persibo Bojonegoro kini mengantongi 24 poin. Berpotensi lolos ke babak delapan besar. Mendampingi Persela Lamongan sang juara Grup 3 dengan 26 poin.
Pada hari serupa nun jauh di Stadion Gawalise, Persipal Palu yang juga punya kans lolos babak delapan besar dari Grup 3, sudah limbung sekitar sejam lebih dulu. Ia dibantai Persipura Jayapura dengan skor 3-0.
View this post on Instagram
CEO Deltras Sidoarjo Amir Burhanuddin “murka” atas hasil laga klubnya melawan Persibo Bojonegoro dimaksud. Beberapa keputusan Idfi Akbar Patha selaku wasit, dinilai ganjil. Kontroversial. Menyebabkan pertandingan ricuh.
Persisnya, jelang laga rampung, terjadi kontak fisik cukup keras antara Wisal El Burji dengan Otavio Dutra tepat di depan kotak penalti Deltras Sidoarjo. Idfi Akbar Patha meniup peluit. Pelanggaran.
Di sela pemain Deltras Sidoarjo memprotes keputusan itu, pemain Persibo Bojonegoro diam-diam melakukan free kick. Menyolor umpan ke Osas Saha yang posisinya diduga offside, membuka jalan Amir Hamzah mencetak gol.
Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Timur itu meneruskan, match commisioner menyarankan laga tetap dilanjutkan seusai kericuhan. Namun, Idfi Akbar Patha tidak menggubris dengan argumen laga sudah tidak kondusif.
“Anak-anak (para pemain Deltras Sidoarjo, red) sudah siap main lagi. Tapi wasitnya tidak mau,” ujar Amir, Sabtu (11/1/2025) petang, dikutip-disari dari detik.com.
View this post on Instagram
Match Commisioner Soetikno belum bisa memastikan status akhir laga Deltras Sidoarjo vs Persibo Bojonegoro ini. Dia menyiratkan, itu domain Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Jadi, komisi itulah yang akan menentukan.
“Apa yang terjadi di sini (GDS, red) saya catat dan laporkan (ke Komdis PSSI, red),” tuturnya, Sabtu (11/1/2025) petang, juga dikutip-disari dari detik.com.
Terpisah, Presiden Klub Persibo Bojonegoro Deddy Adriyanto menyayangkan akhir laga perebutan tiket babak delapan besar Liga 2 antara Deltras Sidoarjo melawan klubnya itu. Semestinya tidak perlu ada kericuhan.
“Menurut kami, kericuhan itu tidak perlu terjadi,” ujarnya saat dihubungi Bojonegoro Raya, Minggu (12/1/2025) siang.
Deddy meneruskan, sedikitnya ada empat punggawa Laskar Bengawan yang terluka akibat kericuhan di kandang Deltras Sidoarjo dimaksud. Meliputi Osas Saha, Diandra Diaz Dewari, Enzo Celestene, serta Hadi Ardiansyah.
Dia juga melanjutkan, belum ada rencana melaporkan kericuhan yang merugikan Persibo Bojonegoro itu ke Komdis PSSI. Pihaknya masih fokus menghadapi pertandingan selanjutnya di babak delapan besar.
“Masih banyak tantangan akan kami hadapi di waktu yang sempit ini,” tutur Presiden Klub Persibo Bojonegoro sejak September 2024 itu.
Deddy menandaskan, dengan dukungan suporter dan Pemkab Bojonegoro, Naga Edan punya ambisi menjadi juara grup babak delapan besar mendatang. Semata, guna mengamankan tiket menuju kasta baru. Yakni Liga 1.
“Masuk ke Liga 1 musim depan merupakan target management dan tim Persibo Bojonegoro,” tegas eks General Manager PSBS Biak tersebut.
Untuk diketahui, jika Persibo Bojonegoro sah mengimbangi Deltras Sidoarjo dengan skor 1-1, maka bisa lanjut ke babak delapan besar. Masuk Grup X. Bertemu Persiraja Banda Aceh, PSPS Pekanbaru, dan PSIM Yogyakarta.
Di grup lain yakni Grup Y, ada Persela Lamongan, Persijap Jepara, PSKC Cimahi, serta Bhayangkara FC. Dijadwalkan, babak delapan besar ini kick off Sabtu (18/1/2025). Berakhir Minggu (23/2/2025). (sab/kza)

