Pencemaran Bengawan, DLH Bojonegoro Tunggu Hasil Uji dan Koordinasi ke Provinsi

TINDAKAN: Petugas DLH Bojonegoro saat mengambil sampel air Bengawan turut Bendung Gerak Bojonegoro, Selasa (23/9/2025) lalu. (Foto: Istimewa)

BOJONEGORORAYA — Penyebab tercemarnya Bengawan Bojonegoro belakangan ini, masih misteri. Belum diketahui pasti.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro masih menunggu hasil uji laboratorium atas sampel air Bengawan yang telah diambil Selasa (23/9/2025) lalu.

Hal itu diutarakan Kepala DLH Bojonegoro Luluk Alifah. Dia menyebut, uji atas sampel air Bengawan dilakukan di laboratorium Surabaya.

“Perkiraan, hasilnya akan keluar pada 8 Oktober 2025 mendatang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (30/9/2025).

Senyampang itu, DLH Bojonegoro telah berkoordinasi dengan DLH Jawa Timur, BBWS Bengawan Solo, dan Balai Gakkum Kementerian LH di Surabaya.

“Sebagai upaya untuk mengidentifikasi sumber pencemaran dan langkah penanggulangannya,” imbuhnya.

Luluk sapaannya meneruskan, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DLH Ngawi selaku pewenang wilayah Bengawan lebih hulu dari Bojonegoro.

“Informasi yang kami dapat, kondisi air Bengawan Ngawi juga tercemar belakangan ini,” terangnya.

Kini, pihaknya terus memantau air Bengawan Bojonegoro. Secara langsung, maupun melalui laman Online Monitoring Status Mutu Air Kementerian LH.

Diberitakan sebelumnya, Bengawan Bojonegoro tercemar pada Selasa (16/9/2025) hingga Selasa (23/9/2025) lalu. Kategori cemar sedang.

Pada Sabtu (27/9/2025) hingga Rabu (1/10/2025) ini, Bengawan Bojonegoro tercemar lagi. Kategorinya juga cemar sedang.

Hal tersebut sesuai Data Online Monitoring Status Mutu Air Kementerian LH. Diambil dari Stasiun Air Padangan, Bojonegoro. (sab/kza)

Baca Juga :  APBD Bojonegoro 2026 Ditetapkan Rp 6,5 Triliun, Cakup Sembilan Program Prioritas
error: Content is protected !!